Masjid Cheng Ho, Seperti Pagoda dan Filosofi Kakbah serta Perjalanan Wali Songo
Senin, 19 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Tak heran, masjid ini selalu menjadi jujukan warga yang ingin beribadah sekaligus belajar tentang sejarah. Kisah perjuangan sampai hakikat patriot yang tak pernah menyerah tegambar jelas di dinding-dinding masjid.
Ishak Alamsyah (39), warga Rungkut, Kota Surabaya, mengaku suka menghabiskan waktu di Masjid Cheng Ho. Bersama dengan istri dan anaknya, ia ingin mengetahui lebih banyak tentang Laksamana Cheng Ho, seorang muslim dari China yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Ia mengaku ingin menanamkan kecintaan pada kegiatan ibadah pada anak-anaknya. Sekaligus memberikan prespektif lain dalam sejarah tentang sebuah perjuangan yang dilakukan seorang dari jauh. "Masjid ini unik dan gaya arsiteknya tak biasa," kata Ishak, Minggu (18/4/2021).
Kepada anaknya, lelaki berambut gondrong ini bercerita kalau masjid ini memiliki gaya arsitektur menyerupai kelenteng yang merupakan penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, seorang muslim dari China yang turut menyebarkan agama Islam di Nusantara. Perjalanan penuh sejarah yang dilalui di berbagai samudra membawanya masuk ke perairan Jawa.
Makanya, di tiap sudut bangunan ini memiliki filosofi, misalnya pada bagian atas bangunan yang bertingkat tiga bentuknya segi delapan dan menyerupai pagoda dalam kepercayaan China berarti keberuntungan.
Ishak Alamsyah (39), warga Rungkut, Kota Surabaya, mengaku suka menghabiskan waktu di Masjid Cheng Ho. Bersama dengan istri dan anaknya, ia ingin mengetahui lebih banyak tentang Laksamana Cheng Ho, seorang muslim dari China yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Ia mengaku ingin menanamkan kecintaan pada kegiatan ibadah pada anak-anaknya. Sekaligus memberikan prespektif lain dalam sejarah tentang sebuah perjuangan yang dilakukan seorang dari jauh. "Masjid ini unik dan gaya arsiteknya tak biasa," kata Ishak, Minggu (18/4/2021).
Kepada anaknya, lelaki berambut gondrong ini bercerita kalau masjid ini memiliki gaya arsitektur menyerupai kelenteng yang merupakan penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, seorang muslim dari China yang turut menyebarkan agama Islam di Nusantara. Perjalanan penuh sejarah yang dilalui di berbagai samudra membawanya masuk ke perairan Jawa.
Makanya, di tiap sudut bangunan ini memiliki filosofi, misalnya pada bagian atas bangunan yang bertingkat tiga bentuknya segi delapan dan menyerupai pagoda dalam kepercayaan China berarti keberuntungan.
Lihat Juga :