Polisi Diminta Berkolaborasi dengan Pengelola Apartemen untuk Cegah Prostitusi Online
Senin, 12 April 2021 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai kejadian di GNR maupun apartemen lainnya berada di luar kuasa pengelola, karena (sewa-menyewa) merupakan ranah pribadi antara pemilik dan penyewa. Sehingga, pemilik maupun broker properti jangan hanya mengejar keuntungan dengan sewa harian tanpa melakukan pengawasan yang ketat digunakan untuk apa unit apartemennya.
Adanya sifat individualistis dalam kehidupan hunian apartemen sedikit demi sedikit harus dikikis di mana sistem sewa/kontrak membuat pemilik tidak bisa memantau apa yang dilakukan penyewanya karena itu masuk ranah pribadi. Untuk itu, baik pihak pengelola apartemen atau penghuni yang bertetangga harus lebih jeli dan menjalin hubungan yang baik.
Sehingga, apabila ada hal yang mencurigakan segera melapor ke polisi, seperti yang telah dilakukan oleh apartemen (GNR) kemarin sudah sangat bagus.
"Fungsi komunitas harus berjalan. CCTV juga terus memantau dan menegur apabila memang ada yang mencurigakan. Orang tidak bisa terbuka semua, tergantung niatnya orang beli apartemen tujuannya apa," kata Yayat.
Baca juga: Bisnis Prostitusi Apartemen Manfaatkan Sewa Unit Harian
Sementara itu, Chairman and Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja menerangkan sangat sulit mengelola dan mengawasi media sosial yang ada di Indonesia seperti digunakan oleh oknum-oknum untuk sesuatu yang tidak bertanggungjawab seperti prostitusi online.
Banyaknya platform publik yang berbasis di luar negeri juga turut dimanfaatkan guna melakukan komunikasi penawaran prostitusi.
Adanya sifat individualistis dalam kehidupan hunian apartemen sedikit demi sedikit harus dikikis di mana sistem sewa/kontrak membuat pemilik tidak bisa memantau apa yang dilakukan penyewanya karena itu masuk ranah pribadi. Untuk itu, baik pihak pengelola apartemen atau penghuni yang bertetangga harus lebih jeli dan menjalin hubungan yang baik.
Sehingga, apabila ada hal yang mencurigakan segera melapor ke polisi, seperti yang telah dilakukan oleh apartemen (GNR) kemarin sudah sangat bagus.
"Fungsi komunitas harus berjalan. CCTV juga terus memantau dan menegur apabila memang ada yang mencurigakan. Orang tidak bisa terbuka semua, tergantung niatnya orang beli apartemen tujuannya apa," kata Yayat.
Baca juga: Bisnis Prostitusi Apartemen Manfaatkan Sewa Unit Harian
Sementara itu, Chairman and Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja menerangkan sangat sulit mengelola dan mengawasi media sosial yang ada di Indonesia seperti digunakan oleh oknum-oknum untuk sesuatu yang tidak bertanggungjawab seperti prostitusi online.
Banyaknya platform publik yang berbasis di luar negeri juga turut dimanfaatkan guna melakukan komunikasi penawaran prostitusi.
Lihat Juga :