Polisi Diminta Berkolaborasi dengan Pengelola Apartemen untuk Cegah Prostitusi Online
Senin, 12 April 2021 - 20:59 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi yang baik antara polisi dengan pengelola dan penghuni menjadi kunci dalam memberantas sindikat prostitusi online di lingkungan apartemen .
Hal itu diungkapkan Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna saat mengomentari pengungkapan kasus prostitusi online yang terjadi di Apartemen Gading Nias Residence (GNR) Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca juga: Gerebek Apartemen di Kelapa Gading, BP2MI Dapati Puluhan Wanita Akan Dikirim ke Timteng
Menurut dia, persoalan itu tak hanya dibebankan kepada penghuni dan pengelola saja. Karenanya, kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan hunian yang aman dan nyaman di lingkungan apartemen.
“Ya bagus kolaborasinya, ini memang perlu melibatkan kepolisian dan pihak lainnya karena transaksinya sulit dilacak juga. Harus ada kerja sama dari yang punya otoritas dan pihak kepolisian,” ujar Yayat, Senin (12/4/2021).
Dia menyampaikan tujuan pengembangan kepemilikan apartemen adalah ditujukan bagi mereka yang belum miliki tempat tinggal. Namun, ada saja orang yang memiliki kemampuan secara finansial berlebih punya tujuan lain, yakni berbisnis unit apartemen agar mendapat keuntungan.
"Tapi kan kita gak tau bisnisnya itu apa, jadi masing-masing orangnya saja. Untuk pemilik, selama si penyewa bayar ya sudah sehingga itulah yang membuat transaksi ini paling cepat menghasilkan," katanya.
Hal itu diungkapkan Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna saat mengomentari pengungkapan kasus prostitusi online yang terjadi di Apartemen Gading Nias Residence (GNR) Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca juga: Gerebek Apartemen di Kelapa Gading, BP2MI Dapati Puluhan Wanita Akan Dikirim ke Timteng
Menurut dia, persoalan itu tak hanya dibebankan kepada penghuni dan pengelola saja. Karenanya, kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan hunian yang aman dan nyaman di lingkungan apartemen.
“Ya bagus kolaborasinya, ini memang perlu melibatkan kepolisian dan pihak lainnya karena transaksinya sulit dilacak juga. Harus ada kerja sama dari yang punya otoritas dan pihak kepolisian,” ujar Yayat, Senin (12/4/2021).
Dia menyampaikan tujuan pengembangan kepemilikan apartemen adalah ditujukan bagi mereka yang belum miliki tempat tinggal. Namun, ada saja orang yang memiliki kemampuan secara finansial berlebih punya tujuan lain, yakni berbisnis unit apartemen agar mendapat keuntungan.
"Tapi kan kita gak tau bisnisnya itu apa, jadi masing-masing orangnya saja. Untuk pemilik, selama si penyewa bayar ya sudah sehingga itulah yang membuat transaksi ini paling cepat menghasilkan," katanya.
Lihat Juga :