Denpasar Kembali Sosialisasikan Protokol Kesehatan Berniaga
Rabu, 20 Mei 2020 - 20:13 WIB
loading...
Denpasar Kembali Sosialisasikan Protokol Kesehatan Berniaga
A
A
A
KOTA DENPASAR - Untuk mempercepat pemutusan mata rantai pandemi Covid-19 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar secara berkelanjutan mensosialisasikan Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Protokol Kesehatan Berniaga bagi pasar rakyat, toko, swalayan, IKM/UKM, Distributor, SPBU dan toko bangunan.
“Dari target yang ditentukan sosialisasi PKM Protokol Kesehatan berniaga telah terealisasi,” ungkap Kadis Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari saat di hubungi Rabu (20/5/2020).
Menurut Sri Utari, sosialisasi yang terealisasi sesuai target adalah sebanyak 75 pelaku usaha. Diantaranya adalah 10 SPBU, 9 toko bangunan, 11 IKM logam mesin, 7 IKM telematika dan elektronik, 9 IKM Agro, 2 IKM Aneka, 2 IKM Sandang, 21 Toko Swalayan dan 4 unit pusat pembelanjaan.
Ia mengatakan, 75 pelaku usaha yang diberikan sosialisasi itu merupakan pelaku usaha yang banyak di kunjungi konsumen dalam satu harinya. Sehingga sosialisasi ini di dahulukan tempat seperti itu. Sedangkan sosialisasi di pasar rakyat Sri Utari mengaku saat ini masih berlangsung, sehingga nantinya semua pasar rakyat mendapatkan sosialisasi protokol kesehatan berniaga dalam PKM
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya harus terus melakukan sosialisasi ini untuk mempercepat pemahaman bagi masyarakat khususnya pelaku usaha dalam rangka pemutusan mata rantai Covid-19. “Sosialisasi ini kami terus lakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat bisa memahami apa yang harus dilakukan dan sesuai protokol kesehatan.
“Dari target yang ditentukan sosialisasi PKM Protokol Kesehatan berniaga telah terealisasi,” ungkap Kadis Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari saat di hubungi Rabu (20/5/2020).
Menurut Sri Utari, sosialisasi yang terealisasi sesuai target adalah sebanyak 75 pelaku usaha. Diantaranya adalah 10 SPBU, 9 toko bangunan, 11 IKM logam mesin, 7 IKM telematika dan elektronik, 9 IKM Agro, 2 IKM Aneka, 2 IKM Sandang, 21 Toko Swalayan dan 4 unit pusat pembelanjaan.
Ia mengatakan, 75 pelaku usaha yang diberikan sosialisasi itu merupakan pelaku usaha yang banyak di kunjungi konsumen dalam satu harinya. Sehingga sosialisasi ini di dahulukan tempat seperti itu. Sedangkan sosialisasi di pasar rakyat Sri Utari mengaku saat ini masih berlangsung, sehingga nantinya semua pasar rakyat mendapatkan sosialisasi protokol kesehatan berniaga dalam PKM
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya harus terus melakukan sosialisasi ini untuk mempercepat pemahaman bagi masyarakat khususnya pelaku usaha dalam rangka pemutusan mata rantai Covid-19. “Sosialisasi ini kami terus lakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat bisa memahami apa yang harus dilakukan dan sesuai protokol kesehatan.
Lihat Juga :