Banyak Pengangguran, Anggota Dewan Pertanyakan Freeport Bangun Smelter di Luar Timika
Kamis, 08 April 2021 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Lagi Asyik Berhubungan Seks, Puluhan Pasangan di Tasikmlaya Ini Kaget Digerebek Petugas
Lebih lanjut dia mengatakan, PT Freeport Indonesia mengambil hasil kekayaan tambang di Timika, tetapi pengelolaan konsentratnya di tempat lain. Hal ini menurutnya sangat membingunkan.
Amandus menuturkan, pertambang di Timika, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Timika. Kerusakan dan kehancuran terjadi di Timika akibat kegiatan penambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia . "Ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat, agar smelter di bangun di Timika bukan di luar Papua," tegasnya.
Baca juga: Terima Gaji Pertama, Bupati Gunung Kidul Traktir Makan 1.000 Tukang Sapu dan THL
Selama ini, menurutnya PT Freeport Indonesia membuang limbah ke laut yang menimbulkan dampak keresahan dan kesusahan bagi masyarakat Timika. Hal ini dapat dilihat dengan kasak mata, bahwa pendangkalan di laut terus terjadi bahkan membuat masyarakat hidup di pesisir terancam. "Biota laut hancur, kekayaan alam hancur, dan ini sangat memalukan," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, PT Freeport Indonesia mengambil hasil kekayaan tambang di Timika, tetapi pengelolaan konsentratnya di tempat lain. Hal ini menurutnya sangat membingunkan.
Amandus menuturkan, pertambang di Timika, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Timika. Kerusakan dan kehancuran terjadi di Timika akibat kegiatan penambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia . "Ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat, agar smelter di bangun di Timika bukan di luar Papua," tegasnya.
Baca juga: Terima Gaji Pertama, Bupati Gunung Kidul Traktir Makan 1.000 Tukang Sapu dan THL
Selama ini, menurutnya PT Freeport Indonesia membuang limbah ke laut yang menimbulkan dampak keresahan dan kesusahan bagi masyarakat Timika. Hal ini dapat dilihat dengan kasak mata, bahwa pendangkalan di laut terus terjadi bahkan membuat masyarakat hidup di pesisir terancam. "Biota laut hancur, kekayaan alam hancur, dan ini sangat memalukan," ungkapnya.
Lihat Juga :