Tangani 10.000 Sampel Per Hari, Labkes Jabar Dipertimbangkan Jadi BLUD
Selasa, 06 April 2021 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
"Persiapan sudah dilakukan. Ada syarat-syaratnya untuk menjadi BLUD. Kalau sudah memenuhi syarat, kenapa tidak, karena punya potensi," katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, pihaknya mendukung rencana perubahan status BLUD. Menurut dia, hal ini akan memberi keleluasaan bagi Labkes khususnya dari sisi pengadaan alat kesehatan.
"Ini menyangkut pengelolaan keuangan, jadi dalam hal ini lebih fleksibel. Manakala ada kebutuhan internal, bisa lebih mudah, lebih cepat dilakukan," katanya.
Apalagi, saat ini, Labkes Jawa Barat masuk nominasi penghargaan Pembangunan Daerah 2021 dari Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) yang saat ini tengah dilakukan penilaian tahap III. Menurut Daud, hal ini membuktikan kinerja Labkes Jawa Barat bisa diandalkan terutama di masa pandemi virus korona seperti sekarang ini.
Sebagai ketua satgas, Daud menilai Labkes Jawa Barat sangat dibutuhkan untuk memeriksa sampel virus korona khususnya dari kabupaten/kota yang tidak memiliki labkes yang representatif untuk pemeriksaan COVID-19. "Ini sangat membantu, pemeriksaan bisa dilakukan dengan cepat," katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, pihaknya mendukung rencana perubahan status BLUD. Menurut dia, hal ini akan memberi keleluasaan bagi Labkes khususnya dari sisi pengadaan alat kesehatan.
"Ini menyangkut pengelolaan keuangan, jadi dalam hal ini lebih fleksibel. Manakala ada kebutuhan internal, bisa lebih mudah, lebih cepat dilakukan," katanya.
Apalagi, saat ini, Labkes Jawa Barat masuk nominasi penghargaan Pembangunan Daerah 2021 dari Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) yang saat ini tengah dilakukan penilaian tahap III. Menurut Daud, hal ini membuktikan kinerja Labkes Jawa Barat bisa diandalkan terutama di masa pandemi virus korona seperti sekarang ini.
Sebagai ketua satgas, Daud menilai Labkes Jawa Barat sangat dibutuhkan untuk memeriksa sampel virus korona khususnya dari kabupaten/kota yang tidak memiliki labkes yang representatif untuk pemeriksaan COVID-19. "Ini sangat membantu, pemeriksaan bisa dilakukan dengan cepat," katanya.
(msd)
Lihat Juga :