Jejak De Groote Rivier Batavia, Tempatnya Kaum Borjuis Jakarta di Masa Lalu

Minggu, 04 April 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Dulu di sana para nyonya besar, serta nyai-nyai Belanda mengenakan rok kurung yang sangat mewah menggunakan perahu yang melintas di perkotaan untuk keliling kampung, dan menyambangi kerabat.Kali Besar dideskripsikan sangat rapih, tertata, dan bersih, sehingga sering juga dijadikan tempat kencan anak muda selama di sana. Mungkin jika masih dijaga, Jakarta sudah seperti Venesia di Italia.

Rumah di sepanjang Kali Besar dibangun dengan konsep international style, yang kala itu sedang melanda Eropa. Pada barisan bangunan itu terlihat dominasi pintu oval. Banyak detil bangunan yang sudah mengeropos, dan beberapa kaca yang sudah pecah diganti dengan kaca zaman sekarang.
Jika menyusuri kawasan ini, masih bisa melihat sisa-sisa bangunan dan jejak-jejak kejayaan masa lalu. Berbagai bangunan bersejarah, meski sebagian sudah hancur, masih dapat kita saksikan karena masih berdiri tegak.

Rumah elite di sana hingga sekarang masih ada yang berdiri kokoh, salah satunya Toko Merah yang berada di dekat Halte Kali Besar. Bangunan ini dulunya punya petinggi Belanda, kemudian dijadikan tempat berjualan oleh warga China, Oey Liauw Kong sejak abad 19.
Bangunan ini dinamakan Toko Merah karena batu bata merah yang menjadi unsur utama dari gedung.

Jejak De Groote Rivier Batavia, Tempatnya Kaum Borjuis Jakarta di Masa Lalu


Namun, di tahun 1755, toko menjadi sebuah kampus dan asrama Academie de Marine sebuah akademi angkatan laut.Dan berubah lagi di tahun 1786 sampai 1808 yang dijadikan sebuah hotel. Banyak sejarah yang dituangkan dari Toko Merah ini, bahkan dulu juga sempat dijadikan balai kesehatan saat masa pendudukan Jepang di Batavia.Jika berjalan di sepanjang Sungai Kali Besar ke arah Jalan Pintu Besar Utara, terlihat gedung megah Pusat Bank Indonesia lama dan Museum Wayang. Di sisi utara museum ada Cafe Batavia yang menempati bangunan tua yang berdiri sejak awal tahun 1800-an.

Menuju Jalan Pos Kota, di sisi timur kantor pos, berdiri bangunan bergaya Indische Empire Stijl. Bangunan tersebut merupakan bekas gedung pengadilan Belanda, yaitu Raad van Justitie, yang dibangun pada tahun 1866-1870. Bangunan bergaya Yunani Klasik ini sekarang berfungsi sebagai Museum Keramik dan Balai Seni Rupa. Di sisi selatannya berdiri megah bangunan Museum Sejarah Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved