Jejak De Groote Rivier Batavia, Tempatnya Kaum Borjuis Jakarta di Masa Lalu
Minggu, 04 April 2021 - 06:01 WIB
loading...
Kondisi Kali Besar Kota Tua tahun 1920. Foto: www.indonesia-dutchcolonialheritage.nl
A
A
A
JAKARTA - Di Jakarta saat ini banyak terdapat kawasan elite yang dihuni kalangan borjuis. Sebut saja Pondok Indah, Kemang, Permata Hijau, dan Senopati di Jakarta Selatan.Kawasan Menteng di Jakarta Pusat,Puri Indah di Jakarta Barat, Pulomas dj Jakarta Timur, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara.
Tapi, jauh sebelum tempat-tempat ini jadi incaran para kaum borjuis, ada satu tempat yang dulunya menjadi tempatnya para bangsawan. Tempat itu adalahDe Groote Rivier Batavia, yang kini dikenal sebagai Kali Besar yang masuk ke dalam Wilayah Administratif Kota Jakarta Barat.
Dikutip dari http://fkai.org/napak-tilas-kejayaan-batavia, Kota Jakarta pada awalnya bernama Sunda Kelapa, yang merupakan pelabuhan Kerajaan Pajajaran. Setelah itu, pada tahun 1527 namanya diubah menjadi Kota Jayakarta. Pada tahun 1619, Jayakarta dibumihanguskan Belanda. Dari reruntuhan Jayakarta itulah lahir Batavia, yang selanjutnya menjadi pusat pemerintahan VOC dan Hindia Belanda. Kawasan Kali Besar Central Business District (Kawasan Kali Besar CBD) atau kawasan Kota Tua, pada masa kolonial disebut dengan De Groote Rivier (Kali Besar).
![Jejak De Groote Rivier Batavia, Tempatnya Kaum Borjuis Jakarta di Masa Lalu]()
Dulu, muara Sungai Ciliwung adalah jantung perekonomian Jakarta. Pada masa itu, di tepi Kali Besar terdapat dermaga dan bangunan-bangunan tua dari abad ke-18 hingga awal abad ke-20.Dahulu, Kali Besar dijadikan tempat jalur perahu-perahu yang membawa rempah-rempah menuju Pelabuhan Sunda kelapa. Kali Besar dahulu dianggap sebagai kawasan elite karena menjadi tempat pemukiman orang kaya dan bangsawan. Di daerah tersebut berjejer bangunan-bangunan lama yang terdiri dari kantor, toko, dan gudang yang kemudian jika diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda disebut Groote Rivier.
Baca juga: Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok yang Punya Nama Cantik Si Denok Bandarwati
Tapi, jauh sebelum tempat-tempat ini jadi incaran para kaum borjuis, ada satu tempat yang dulunya menjadi tempatnya para bangsawan. Tempat itu adalahDe Groote Rivier Batavia, yang kini dikenal sebagai Kali Besar yang masuk ke dalam Wilayah Administratif Kota Jakarta Barat.
Dikutip dari http://fkai.org/napak-tilas-kejayaan-batavia, Kota Jakarta pada awalnya bernama Sunda Kelapa, yang merupakan pelabuhan Kerajaan Pajajaran. Setelah itu, pada tahun 1527 namanya diubah menjadi Kota Jayakarta. Pada tahun 1619, Jayakarta dibumihanguskan Belanda. Dari reruntuhan Jayakarta itulah lahir Batavia, yang selanjutnya menjadi pusat pemerintahan VOC dan Hindia Belanda. Kawasan Kali Besar Central Business District (Kawasan Kali Besar CBD) atau kawasan Kota Tua, pada masa kolonial disebut dengan De Groote Rivier (Kali Besar).

Dulu, muara Sungai Ciliwung adalah jantung perekonomian Jakarta. Pada masa itu, di tepi Kali Besar terdapat dermaga dan bangunan-bangunan tua dari abad ke-18 hingga awal abad ke-20.Dahulu, Kali Besar dijadikan tempat jalur perahu-perahu yang membawa rempah-rempah menuju Pelabuhan Sunda kelapa. Kali Besar dahulu dianggap sebagai kawasan elite karena menjadi tempat pemukiman orang kaya dan bangsawan. Di daerah tersebut berjejer bangunan-bangunan lama yang terdiri dari kantor, toko, dan gudang yang kemudian jika diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda disebut Groote Rivier.
Baca juga: Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok yang Punya Nama Cantik Si Denok Bandarwati
Lihat Juga :