Sekolah Tatap Muka Mulai Juli, Wali Kota Bandung: Tak Bisa Disamaratakan
Kamis, 01 April 2021 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Ema mengungkapkan, Pemkot Bandung tak ingin gegabah soal pelaksanaan tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Terlebih, Wali Kota sangat mewanti-wanti agar keputusan untuk memasukan kembali peserta didik harus dilaksanakan secara matang.
Ema sedikit mengulas terhadap kejadian yang terjadi di SMA Terpadu Krida Nusantara beberapa waktu lalu. Yakni sudah memulai kegiatan sekolah tatap muka dan mengakibatkan sejumlah siswa terkonfirmasi terpapar COVID-19.
“Pertama kita ingin tahu infra dan supra strukturnya. Kesiapannya seperti apa? Obyek sasaran seperti tenaga pendidikan kaitan daya tahan tubuh seperti apa? Bahkan saya ingin melihatnya siswa sebagai objek dalam proses pembelajaran harus dalam posisi siap. Jangan sampai ada ketimpangan terus terjadi transmisi,” bebernya.
Jika kebijakan untuk menggelar tatap muka sudah siap, lanjut Ema, maka program pemberian vaksinasi harus diakselerasi. Minimal, vaksin sudah diberikan kepada para tenaga pendidik dan kependidikan.
“Pada saat sudah mendapatkan informasi kebijakan sudah diberikan ruang PTM, maka kebijakan pimpinan adalah guru menjadi bagian yang diprioritaskan. Makanya di forum itu nanti akan kita petakan. Kita lihat sejauh mana ketersediaan vaksin. Karena otoritasnya bukan di kita,” katanya.
Ema sedikit mengulas terhadap kejadian yang terjadi di SMA Terpadu Krida Nusantara beberapa waktu lalu. Yakni sudah memulai kegiatan sekolah tatap muka dan mengakibatkan sejumlah siswa terkonfirmasi terpapar COVID-19.
“Pertama kita ingin tahu infra dan supra strukturnya. Kesiapannya seperti apa? Obyek sasaran seperti tenaga pendidikan kaitan daya tahan tubuh seperti apa? Bahkan saya ingin melihatnya siswa sebagai objek dalam proses pembelajaran harus dalam posisi siap. Jangan sampai ada ketimpangan terus terjadi transmisi,” bebernya.
Jika kebijakan untuk menggelar tatap muka sudah siap, lanjut Ema, maka program pemberian vaksinasi harus diakselerasi. Minimal, vaksin sudah diberikan kepada para tenaga pendidik dan kependidikan.
“Pada saat sudah mendapatkan informasi kebijakan sudah diberikan ruang PTM, maka kebijakan pimpinan adalah guru menjadi bagian yang diprioritaskan. Makanya di forum itu nanti akan kita petakan. Kita lihat sejauh mana ketersediaan vaksin. Karena otoritasnya bukan di kita,” katanya.
(don)
Lihat Juga :