Rumah Zakat Sebut Masyarakat yang Ajukan Bantuan Makin Banyak
Rabu, 20 Mei 2020 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk mengantisipasi masalah pangan, Rumah Zakat memanfaatkan dana Ziswaf untuk mendirikan lumbung pangan yang kini tersebar di 33 titik di delapan provinsi. Lumbung pangan tersebut, kata dia, saat ini sudah menghasilkan 60 ton beras yang bisa digunakan oleh masyarakat di daerahnya dan juga disimpan sebagai cadangan pangan di masa krisis.
"Konsep lumbung pangan ini terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf dalam menangani krisis. Kami akan berupaya untuk menambah titik lumbung pangan, sebagai wujud ikhtiar mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi," papar Nur Efendi.
Sementara menurut Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, Ramadhan bebas utang tersebut, disalurkan dengan menunggu pengajuan dari masyarakat. Jumlah yang mengajukan, cukup banyak sehingga harus ada verifikasi.
Mereka dibantu dibebaskan utangnya oleh Rumah Zakat karena berutang untuk kebutuhan makan sehari-hari, ada juga yang digunakan untuk biaya pendidikan karena terdampak COVID-19. Beberapa masyarakat, mengajukan pembebasan hutang karena menunggak biaya pendidikan.
Ketiga, masyarakat yang dibebaskan hutangnya karena untuk membayar biaya kesehatan. "Jadi lingkup bebas utang ini tak hanya untuk ekonomi saja tapi untuk kesehatan dan pendidikan juga," katanya.
"Konsep lumbung pangan ini terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf dalam menangani krisis. Kami akan berupaya untuk menambah titik lumbung pangan, sebagai wujud ikhtiar mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi," papar Nur Efendi.
Sementara menurut Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, Ramadhan bebas utang tersebut, disalurkan dengan menunggu pengajuan dari masyarakat. Jumlah yang mengajukan, cukup banyak sehingga harus ada verifikasi.
Mereka dibantu dibebaskan utangnya oleh Rumah Zakat karena berutang untuk kebutuhan makan sehari-hari, ada juga yang digunakan untuk biaya pendidikan karena terdampak COVID-19. Beberapa masyarakat, mengajukan pembebasan hutang karena menunggak biaya pendidikan.
Ketiga, masyarakat yang dibebaskan hutangnya karena untuk membayar biaya kesehatan. "Jadi lingkup bebas utang ini tak hanya untuk ekonomi saja tapi untuk kesehatan dan pendidikan juga," katanya.
(wib)
Lihat Juga :