Ketua KPK Beri Penyuluhan Antikorupsi di Lapas Sukamiskin, Eks Pejabat Korup Tak Hadir
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Aa Gym Cabut Gugatan Cerai dengan Teh Ninih, Kuasa Hukum Akui Belum Ada Komunikasi
"Dan kita berharap ke masyarakat, seketika kita kembali ke masyarakat, maka masyarakat mau menerima sesungguhnya kita dan tidak ada lagi labeling," tegasnya seraya berharap, warga binaan pun tak kembali melakukan penyimpangan.
Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti sedikitnya 25 warga binaan Lapas Sukamiskin. Namun, berdasarkan pantauan, tak satu pun eks pejabat negara korup, seperti eks Ketua DPR RI, Setya Novanto hingga eks Wali Kota Bandung, Dada Rosada menghadiri kegiatan tersebut.
Kepala Lapas Sukamiskin, Elly Yuzar mengakui, dirinya tak mengenal ke-25 warga binaan yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut. Namun, dia memastikan bahwa mereka merupakan warga binaan yang mengikuti asimilasi, bakal asimilasi, atau akan bebas.
"Jadi enggak dipilih-pilih kenapa si A dan B tidak ada, kan dibatasi juga karena lagi pandemi. Jadi diurut dari kategori itu. Tidak ada pilih narapidana ini atau yang itu. Diurut dari yang tercepat mau bebas," terangnya.
"Dan kita berharap ke masyarakat, seketika kita kembali ke masyarakat, maka masyarakat mau menerima sesungguhnya kita dan tidak ada lagi labeling," tegasnya seraya berharap, warga binaan pun tak kembali melakukan penyimpangan.
Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti sedikitnya 25 warga binaan Lapas Sukamiskin. Namun, berdasarkan pantauan, tak satu pun eks pejabat negara korup, seperti eks Ketua DPR RI, Setya Novanto hingga eks Wali Kota Bandung, Dada Rosada menghadiri kegiatan tersebut.
Kepala Lapas Sukamiskin, Elly Yuzar mengakui, dirinya tak mengenal ke-25 warga binaan yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut. Namun, dia memastikan bahwa mereka merupakan warga binaan yang mengikuti asimilasi, bakal asimilasi, atau akan bebas.
"Jadi enggak dipilih-pilih kenapa si A dan B tidak ada, kan dibatasi juga karena lagi pandemi. Jadi diurut dari kategori itu. Tidak ada pilih narapidana ini atau yang itu. Diurut dari yang tercepat mau bebas," terangnya.
Lihat Juga :