2.770 Kasus Stunting Ditemukan di Tana Toraja Sejak Tahun 2019
Selasa, 30 Maret 2021 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
"Ada 16 OPD di lingkungan Pemkab Tana Toraja yang dilibatkan dalam penanganan kasus stunting di Kabupaten Tana Toraja di tahun 2021," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tana Toraja, Yunus Sirante saat pertemuan koordinasi konvergensi lintas program dan lintas sektor dalam rangka penanggulangan stunting tingkat kabupaten Tana Toraja yang berlangsung di ruang pola kantor bupati Tana Toraja, Selasa(30/3/2021).
Yunus mengatakan, OPD yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan stunting di Tana Toraja memiliki peran yang berbeda sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing OPD.
Dicontohkannya, Dinas Kesehatan menangani masalah masalah pelayanan puskesmas dan posyandu. Sementara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) menangani masalah lingkungan, sanitasi dan air bersih. Begitu juga dengan OPD lainnya ikut berkonstribusi dalam penanganan dan penanggulangan stunting.
Baca Juga: Nahas Kerbau Pangloli Jmt Mati usai Uji Nyali Adu Tanduk di Toraja Utara
"Pada tahun ini, penanganan dan percepatan penanggulangan stunting di Tana Toraja di 15 lokasi khusus atau lokus. Sementara di tahun 2022 di 30 lokus," ujar Yunus Sirante yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tana Toraja.
Yunus mengatakan, OPD yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan stunting di Tana Toraja memiliki peran yang berbeda sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing OPD.
Dicontohkannya, Dinas Kesehatan menangani masalah masalah pelayanan puskesmas dan posyandu. Sementara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) menangani masalah lingkungan, sanitasi dan air bersih. Begitu juga dengan OPD lainnya ikut berkonstribusi dalam penanganan dan penanggulangan stunting.
Baca Juga: Nahas Kerbau Pangloli Jmt Mati usai Uji Nyali Adu Tanduk di Toraja Utara
"Pada tahun ini, penanganan dan percepatan penanggulangan stunting di Tana Toraja di 15 lokasi khusus atau lokus. Sementara di tahun 2022 di 30 lokus," ujar Yunus Sirante yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tana Toraja.
(agn)
Lihat Juga :