Pemprov Jatim Kembangkan Inovasi Budidaya Udang Vaname Skala Rumah Tangga
Selasa, 30 Maret 2021 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Gunawan menjelaskan, luas kolam yang digunakan untuk uji coba sebesar 6 x 11,5 meter persegi dengan kedalaman 1,2 meter. Dari kolam tersebut, pembenihan dapat dilakukan sebanyak 50 ekor per meter persegi atau sekitar 3.500 ekor.
"Bahkan untuk kolam terpal model bulat berdiameter 2 meter pembesaran udang vaname masih bisa dilakukan. Sehingga cocok untuk diterapkan di pekarangan rumah. Sementara di sini, kami menggunakan kolam yang sudah ada berukuran 11,5 x 6. Ada empat kolam, dengan ukuran yang sama. Sehingga total pembenihan sekitar 14.000 ekor udang vaname," ujar Gunawan.
Dengan perawatan yang baik, Gunawan menyebutkan hasil panen dari budidaya udang tersebut bisa mencapai 327 kilo dengan size 35 ekor per kilo. Harga udang vaname sendiri kini berada di kisaran antara Rp65.000 sampai Rp70.000. "Kalau budidaya lele kita hanya bisa jual Rp17.000 per kilo. Padahal kebutuhan pakannya bisa Rp14.000 per kilo. Kalau udang vaname, keuntungan bagi keluarga akan lebih besar," ujar Gunawan.
Karena digunakan untuk uji coba, maka hasil panen di rumah dinas tersebut tidak diperjual belikan. Tetapi dibagikan untuk masyarakat dan konsumsi sendiri. "Modalnya sangat kecil hanya sekitar Rp10 juta dan kebetulan tidak menggunakan APBD Jatim. Jadi kalau untuk komersial memang sangat menguntungkan bagi masyarakat yang mau budidaya udang vaname skala kecil," tutur pria asal Sumenep itu.
Keuntungan lain, kata Gunawan, budidaya skala kecil ini tidak membutuhkan izin amdal dan syarat lain yang rumit. Sebab, izin amdal hanya diwajibkan untuk budidaya dengan luasan lebih dari 100 hektar untuk skala intensif dan >50 hektar dengan teknologi super intensif. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 38 tahun 2019.
"Kalau budidaya udang dengan hasil panen sekitar 3 ton, butuh luas lahan sekitar 3.000 meter persegi. Karena ini uji coba budidaya, maka kita cukup dengan membuat kolam kecil sehingga mudah direplikasi oleh masyarakat," tegas Gunawan.
"Bahkan untuk kolam terpal model bulat berdiameter 2 meter pembesaran udang vaname masih bisa dilakukan. Sehingga cocok untuk diterapkan di pekarangan rumah. Sementara di sini, kami menggunakan kolam yang sudah ada berukuran 11,5 x 6. Ada empat kolam, dengan ukuran yang sama. Sehingga total pembenihan sekitar 14.000 ekor udang vaname," ujar Gunawan.
Dengan perawatan yang baik, Gunawan menyebutkan hasil panen dari budidaya udang tersebut bisa mencapai 327 kilo dengan size 35 ekor per kilo. Harga udang vaname sendiri kini berada di kisaran antara Rp65.000 sampai Rp70.000. "Kalau budidaya lele kita hanya bisa jual Rp17.000 per kilo. Padahal kebutuhan pakannya bisa Rp14.000 per kilo. Kalau udang vaname, keuntungan bagi keluarga akan lebih besar," ujar Gunawan.
Karena digunakan untuk uji coba, maka hasil panen di rumah dinas tersebut tidak diperjual belikan. Tetapi dibagikan untuk masyarakat dan konsumsi sendiri. "Modalnya sangat kecil hanya sekitar Rp10 juta dan kebetulan tidak menggunakan APBD Jatim. Jadi kalau untuk komersial memang sangat menguntungkan bagi masyarakat yang mau budidaya udang vaname skala kecil," tutur pria asal Sumenep itu.
Keuntungan lain, kata Gunawan, budidaya skala kecil ini tidak membutuhkan izin amdal dan syarat lain yang rumit. Sebab, izin amdal hanya diwajibkan untuk budidaya dengan luasan lebih dari 100 hektar untuk skala intensif dan >50 hektar dengan teknologi super intensif. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 38 tahun 2019.
"Kalau budidaya udang dengan hasil panen sekitar 3 ton, butuh luas lahan sekitar 3.000 meter persegi. Karena ini uji coba budidaya, maka kita cukup dengan membuat kolam kecil sehingga mudah direplikasi oleh masyarakat," tegas Gunawan.
Lihat Juga :