Selasa Pagi Merapi Gemparkan Warga Sleman, Muntahkan Wedus Gembel Sejauh 1,5 Km
Selasa, 30 Maret 2021 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Tersisa Dari Pasutri yang Ledakkan Diri di Gereja Katedral Makassar
Selain itu juga terjadi gempa guguran sebanyak 50 dengan amplitudo 3-20 mm, durasi 10-92 detik. Gempa hembusan satu kali, amplitudo 2 mm, durasi 11 detik, dan gempa hybrid atau fase banyak 2 kali, amplitudo 2 mm, S-P 0.3 detik, durasi 5 detik. Untuk status masih level III atau Siaga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan terjadinya hujan abu di lereng Merapi wilayah Sleman, seperti Cangkringan, Pakem dan Turi.
Baca juga: Geledah Rumah Terduga Teroris di Bima, Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti Penting
Saat ini, menurutnya Sleman, masih aman dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. "Tidak ada hujan abu , arah angin ke utara. Sleman masih aman terkendali," kata Makwan, Selasa (30/3/2021).
Selain itu juga terjadi gempa guguran sebanyak 50 dengan amplitudo 3-20 mm, durasi 10-92 detik. Gempa hembusan satu kali, amplitudo 2 mm, durasi 11 detik, dan gempa hybrid atau fase banyak 2 kali, amplitudo 2 mm, S-P 0.3 detik, durasi 5 detik. Untuk status masih level III atau Siaga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan terjadinya hujan abu di lereng Merapi wilayah Sleman, seperti Cangkringan, Pakem dan Turi.
Baca juga: Geledah Rumah Terduga Teroris di Bima, Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti Penting
Saat ini, menurutnya Sleman, masih aman dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. "Tidak ada hujan abu , arah angin ke utara. Sleman masih aman terkendali," kata Makwan, Selasa (30/3/2021).
(eyt)
Lihat Juga :