Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pelajar Tenggelam di Sungai Mojoagung Jombang, Jasadnya Ditemukan di Mojokerto

loading...
Pelajar Tenggelam di Sungai Mojoagung Jombang, Jasadnya Ditemukan di Mojokerto
Jasad Zainal Maulana Abidin (17) korban tenggelam di Sungai Gunting Mojoangung, Jombang, ditemukan di bawah jembatan Rejoto Kota Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
MOJOKERTO - Zainal Maulana Abidin (17), yang tenggelam di aliran sungai gunting Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang akhirnya ditemukan. Jasadnya ditemukan di sekitaran Jembatan Rejoto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto.

Baca juga: Warga Rembang Gempar, Mayat Misterius Mengambang Telanjang di Embung Desa

Mayat pelajar asal Kecamatan Mojoagung itu ditemukan ditemukan tim SAR saat proses pencarian di hari ketiga. Ketika ditemukan korban sudah dalam keadaan mengambang berjarak sekitar 9 kilometer dari lokasi tenggelam.





"Posisi jenazah ditemukan mengambang masih mengunakan baju dan celana lengkap," kata Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya Andi Pamuji, saat di konfirmasi Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Sleman Gempar, Truk Hilang Kendali Hantam 10 Mobil di Lampu Merah Ring Road Utara

Andi menuturkan, jasad yang ditemukan disekitaran jembatan Rejoto itu dipastikan Zainal Abidin. Hal itu diperkuat dengan ciri-ciri dan pakaian yang masih melekat pada jasad pelajar tersebut.

"Keluarga sudah kami minta dikroscek untuk identifikasi awal. Memang benar dan menyatakan itu korban yang tenggelam di Jombang dengan ciri-ciri terkuat mengenakan gelang tangan, juga diperkuat dari identifikasi dari puskesmas," jelasnya.

Baca juga: Korupsi Dana Desa, Kades di Tapanuli Selatan Dijebloskan Penjara

Zainal dilaporkan tenggelam pada Rabu (23/3/2021) sekitar pukul 14.30 WIB. Ketika itu ia tengah berenang di sungai Gunting Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung bersama rekannya. Entah bagaimana sebabnya, ia kemudian tenggelam .



Pasca dilaporkan tenggelam , petugas kemudian melakukan penyisiran. Setidaknya ada tiga tim yang diterjunkan untuk melakukan pencarian. Selama proses pencarian, petugas sempat kesulitan lantaran derasnya arus dan kedalaman sungai.

"Untuk kendala kita hanya di arus bawah dan atas deras. Debit air juga turun naik karena di wilayah atas hujan. Untuk lain-lain tidak ada halangan," tandas Andi.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top