Dukung Petani Milenial, DTPH Jawa Barat Siapkan Lahan 40 Hektare
Jum'at, 26 Maret 2021 - 16:19 WIB
loading...
Peluncuran Program Petani Milenial di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3/2021). Foto/Ist
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) menyiapkan lahan 40 hektare untuk mendukung Program Petani Milenial. Lahan ini nantinya diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Kenalkan Program Petani Milenial 4.0 Ini Penampakan Kang Emil saat Tinjau Apartemen Ayam di Bandung
Program ini diluncurkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Diserbu Anak Muda Jabar, Program Petani Milenial Berikan Seabrek Fasilitas Bantuan
Kepala DTPH Jawa Barat, Dadan Hidayat menjelaskan, lahan yang terletak di Cikadu, Kabupaten Cianjur itu akan digunakan pertanian hortikultura salah satunya ubi jalar.
Saat ini, menurutnya lahan seluas itupun merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah siap digunakan. Tidak hanya itu, untuk pertanian ubi jalar pihaknya sudah menyiapkan hingga ke proses pendistribusian di tingkat hilir.
Menurut Dadan, ubi yang ditanam sudah memiliki pasar yakni domestik lebih dari 30%, eskpor 30, dan olahan 40%. Menurut dia, pihaknya sudah memiliki mitra yang mampu memproduksi 16 jenis olahan berbahan ubi jalar.
Baca juga: Kenalkan Program Petani Milenial 4.0 Ini Penampakan Kang Emil saat Tinjau Apartemen Ayam di Bandung
Program ini diluncurkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Diserbu Anak Muda Jabar, Program Petani Milenial Berikan Seabrek Fasilitas Bantuan
Kepala DTPH Jawa Barat, Dadan Hidayat menjelaskan, lahan yang terletak di Cikadu, Kabupaten Cianjur itu akan digunakan pertanian hortikultura salah satunya ubi jalar.
Saat ini, menurutnya lahan seluas itupun merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah siap digunakan. Tidak hanya itu, untuk pertanian ubi jalar pihaknya sudah menyiapkan hingga ke proses pendistribusian di tingkat hilir.
Menurut Dadan, ubi yang ditanam sudah memiliki pasar yakni domestik lebih dari 30%, eskpor 30, dan olahan 40%. Menurut dia, pihaknya sudah memiliki mitra yang mampu memproduksi 16 jenis olahan berbahan ubi jalar.
Lihat Juga :