Cak Durasim dan Kidung Perlawanan Terhadap Jepang

Jum'at, 26 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Cak Durasim juga memprakasai perkumpulan Ludruk di Surabaya. Pada tahun 1937 mempopulerkan cerita-cerita legenda Soerabaja dalam bentuk drama. Saat tentara Jepang menguasai Surabaya pada 1942, Cak Durasim bersama kelompoknya memanfaatkan Ludruk sebagai media siar perjuangannya menyemangati arek-arek Suroboyo dalam mengusir penjajah.

Cak Durasim juga mengkritik pemerintah penjajah dalam pementasan drama Ludruknya. Selain menceritakan legenda Surabaya Cak Durasim juga mementaskan cerita perjuangan-perjuangan lokal masyarakat di Jawa Timur.

Seniman Ludruk Legendaris Surabaya Cak Kartolo menuturkan, kesenian rakyat seperti Ludruk tak akan mati. Meskipun zaman telah berubah, tapi semangat Ludruk tetap sama.

Kidungan dari Cak Durasim bermakna kehidupan pada zaman Jepang lebih sengsara dibanding dengan kehidupan di zaman penjajah Belanda. Selain itu, gendhing Jula-Juli Surabaya isinya juga mengkritik penjajah.

Cak Durasim pun ditangkap, dijebloskan ke dalam penjara dan disika. Hingga pada 1944 Cak Durasim menghembuskan nafas terakhir di dalam penjara dan dimakamkan di Makam Islam Tembok.

Kisah Cak Durasim tak pernah akan sirna. Sampai saat ini berbagai pertunjukan Ludruk masih menampilkan parikan perlawanan dari Cak Durasim. Dan parikan itu tetaplah abadi. Masih menjadi motivasi generasi muda yang tetap berjuang dalam generasi yang berbeda.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Rekomendasi
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Berita Terkini
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved