Dishut Jatim Mulai Antisipasi Potensi Kebakaran Hutan di Jatim
Rabu, 24 Maret 2021 - 20:58 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memprediksi, Indonesia termasuk Jawa Timur (Jatim) akan memasuki musim kemarau mulai Mei dan Juni 2021. Untuk itu, Dinas Kehutanan (Dishut) Jatim mulai menyiapkan langkah guna mengantisipasi kebakaran hutan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah hutan di Jatim.
“Meskipun saat ini di Jawa Timur masih musim hujan, dimana masih sering terjadi banjir di mana-mana, akan tetapi beberapa bulan ke depan, tidak lama lagi pasti akan tiba musim kemarau. Di mana dalam menghadapi musim kemarau, perlu adanya antisipasi untuk mencegah dan menaggulangi kebakaran hutan yang hampir pasti terjadi,” kata Plt Kepala Dishut Jatim, Mas Purnomo Hadi, Kamis (24/3/2021).
Baca juga: Rois Maming Terpilih Pimpin HIPMI Jawa Timur Gantikan Mufti Anam
Data Dishut Jatim menunjukkan, pada tahun 2018 terjadi kebakaran hutan seluas 6.967,70 hektar atau setara 0,51 % dari total luas hutan. Lalu pada tahun 2019, kebakaran hutan meningkat menjadi 7.550,09 hektar atau 0,55%. Pada tahun 2020, kebakaran hutan turun menjadi 940,14 hektar 0,07 %. “Penurunan luasan lahan hutan yang terbakar karena musim kemarau di 2020 tidak terlalu lama,” ujar Hadi.
Dia menambahkan, kebakaran hutan setiap tahun selalu berubah. Luas kebakaran hutan di tahun sebelumnya, kata dia, tidak dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi luas kebakaran hutan di tahun depan.
“Meskipun saat ini di Jawa Timur masih musim hujan, dimana masih sering terjadi banjir di mana-mana, akan tetapi beberapa bulan ke depan, tidak lama lagi pasti akan tiba musim kemarau. Di mana dalam menghadapi musim kemarau, perlu adanya antisipasi untuk mencegah dan menaggulangi kebakaran hutan yang hampir pasti terjadi,” kata Plt Kepala Dishut Jatim, Mas Purnomo Hadi, Kamis (24/3/2021).
Baca juga: Rois Maming Terpilih Pimpin HIPMI Jawa Timur Gantikan Mufti Anam
Data Dishut Jatim menunjukkan, pada tahun 2018 terjadi kebakaran hutan seluas 6.967,70 hektar atau setara 0,51 % dari total luas hutan. Lalu pada tahun 2019, kebakaran hutan meningkat menjadi 7.550,09 hektar atau 0,55%. Pada tahun 2020, kebakaran hutan turun menjadi 940,14 hektar 0,07 %. “Penurunan luasan lahan hutan yang terbakar karena musim kemarau di 2020 tidak terlalu lama,” ujar Hadi.
Dia menambahkan, kebakaran hutan setiap tahun selalu berubah. Luas kebakaran hutan di tahun sebelumnya, kata dia, tidak dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi luas kebakaran hutan di tahun depan.
Lihat Juga :