Pembacokan Brutal Gemparkan Trenggalek, 1 Tewas dan 2 Terluka Bersimbah Darah
Rabu, 24 Maret 2021 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Memalukan, Jadi Pemicu Aksi Brutal di Kongres HMI XXXI, 6 Peserta Diringkus Polda Jatim
Warga pun berdatangan. Dibantu sejumlah warga, petugas yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengamankan Sucipto. Karena mengalami luka bacok di bagian kepala, kedua orang tua Sucipto langsung dilarikan ke puskesmas. Sementara saat pengecekan di dalam rumah, Wardi, kakek Sucipto ditemukan tewas di kamarnya.
Laki-laki berusia 74 tahun tersebut mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher. "Korban meninggal dunia ditemukan di kamarnya," terang Bambang. Sementara, keterangan yang diperoleh petugas, Sucipto memiliki riwayat sakit jiwa. Kondisi jiwanya dinyatakan terganggu sejak tahun 2019, dan sejak itu tidak berhenti mengonsumsi obat.
Baca juga: Tangis Pecah Saat Bayi 3 Tahun yang Tewas Tenggelam di Maros Dimakamkan
Hanya saja gangguan jiwa yang dialami Sucipto bersifat gangguan. Menurut Bambang, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan. Yakni, terutama terkait motif penganiayaan yang dilakukan. "Dalam hal ini kita juga melibatkan petugas medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku," pungkas Bambang.
Warga pun berdatangan. Dibantu sejumlah warga, petugas yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengamankan Sucipto. Karena mengalami luka bacok di bagian kepala, kedua orang tua Sucipto langsung dilarikan ke puskesmas. Sementara saat pengecekan di dalam rumah, Wardi, kakek Sucipto ditemukan tewas di kamarnya.
Laki-laki berusia 74 tahun tersebut mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher. "Korban meninggal dunia ditemukan di kamarnya," terang Bambang. Sementara, keterangan yang diperoleh petugas, Sucipto memiliki riwayat sakit jiwa. Kondisi jiwanya dinyatakan terganggu sejak tahun 2019, dan sejak itu tidak berhenti mengonsumsi obat.
Baca juga: Tangis Pecah Saat Bayi 3 Tahun yang Tewas Tenggelam di Maros Dimakamkan
Hanya saja gangguan jiwa yang dialami Sucipto bersifat gangguan. Menurut Bambang, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan. Yakni, terutama terkait motif penganiayaan yang dilakukan. "Dalam hal ini kita juga melibatkan petugas medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku," pungkas Bambang.
(eyt)
Lihat Juga :