Rumahnya Disegel Satpol PP, Janda Miskin di Ciputat Bingung Cari Tempat Tinggal
Selasa, 23 Maret 2021 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, pihak sekolah memberi kesempatan agar Arti segera berkemas dari rumah yang ditempati saat ini. Karena pada sekitar awal bulan April, bangunannya akan diratakan untuk pembangunan area sekolah. Arti pun galau, dia diminta segera pindah namun tak tahu harus kemana.
"Rumah ini kan sudah dibeli sama sekolah. Jadi dikasih waktu sampai 2 minggu mau puasa atau sekitar awal bulan April buat pindah, karena ini mau diratain katanya. Saya enggak tahu harus kemana, sedangkan rumah yang di sana hasil bantuan dari saudara-saudara saya kena segel," tuturnya, Selasa (23/03/21).
Dengan berurai air mata, Arti mulai menceritakan bagaimana dia harus berjuang mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya dengan berjualan mi dan minuman ringan. Sementara, dia juga harus membiayai keperluan sekolah seorang cucu yang tinggal bersamanya di rumah.
Baca juga: Pengurukan Situ di Tangsel Berlanjut, Mantan Mensos Bakal Lapor Polda
"Saya orang enggak punya pak, orang awam, cuma ngandelin jualan. Biar cucu saya bisa terus sekolah, kasihan orang tuanya kan enggak ada. Makanya saya suka sering nangis, nanti mau pindah kemana," ucapnya.
Gelombang empati masyarakat pun mengalir. Bahkan mereka bersepakat menyisihkan sebagian rezeki guna mengurus IMB pembangunan rumah Arti dan cucunya. Upaya itu sekaligus memberi sindiran keras kepada Pemkot Tangsel yang dianggap tegas hanya terhadap orang kecil.
"Rumah ini kan sudah dibeli sama sekolah. Jadi dikasih waktu sampai 2 minggu mau puasa atau sekitar awal bulan April buat pindah, karena ini mau diratain katanya. Saya enggak tahu harus kemana, sedangkan rumah yang di sana hasil bantuan dari saudara-saudara saya kena segel," tuturnya, Selasa (23/03/21).
Dengan berurai air mata, Arti mulai menceritakan bagaimana dia harus berjuang mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya dengan berjualan mi dan minuman ringan. Sementara, dia juga harus membiayai keperluan sekolah seorang cucu yang tinggal bersamanya di rumah.
Baca juga: Pengurukan Situ di Tangsel Berlanjut, Mantan Mensos Bakal Lapor Polda
"Saya orang enggak punya pak, orang awam, cuma ngandelin jualan. Biar cucu saya bisa terus sekolah, kasihan orang tuanya kan enggak ada. Makanya saya suka sering nangis, nanti mau pindah kemana," ucapnya.
Gelombang empati masyarakat pun mengalir. Bahkan mereka bersepakat menyisihkan sebagian rezeki guna mengurus IMB pembangunan rumah Arti dan cucunya. Upaya itu sekaligus memberi sindiran keras kepada Pemkot Tangsel yang dianggap tegas hanya terhadap orang kecil.
Lihat Juga :