Arogan,Oknum Perangkat Desa Bubarkan Aksi Pembagian Masker Gratis
Minggu, 21 Maret 2021 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Keributan tersebut sempat direkam oleh salah seorang remaja masjid yang ikut dalam kegiatan pembagian masker gratis.
![Arogan,Oknum Perangkat Desa Bubarkan Aksi Pembagian Masker Gratis]()
Ironisnya, sejumlah oknum perangkat desa yang mengusir para remaja masjid tersebut melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker sesuai intruksi presiden.
Baca juga: Emosi Keponakannya Diperkosa, Anggota TNI di Kalteng Aniaya Pelaku Hingga Tewas
Salah seorang remaja masjid bernama Bayu Setiawan mengaku, terkejut karena aksi sosial pembagian masker tersebut mendapat penolakan dari oknum kades dan perangkat desa lainnya, dengan alasan tidak memiliki SK sebagai remaja masjid setempat.
“Saya bersama teman-teman kecewa kepada aparat pemerintah desa, Kades dan aparatnya karena tidak mendukung kegiatan kami yang mana untuk sosial masyarakat, malah aksi kami dibubarkan,” kata Bayu.
![Arogan,Oknum Perangkat Desa Bubarkan Aksi Pembagian Masker Gratis]()
Dia menyebutkan, meski bersikap arogan namun tidak menimbulkan kekerasan, namun hanya gertakan yang meminta SK pengangkatan remaja masjid. “Tidak ada tindakan kekerasan, cuma sempat tegang, teman saya didorong dan saya sendiri dipegang kera baju dan diangkat,” ujarnya.

Ironisnya, sejumlah oknum perangkat desa yang mengusir para remaja masjid tersebut melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker sesuai intruksi presiden.
Baca juga: Emosi Keponakannya Diperkosa, Anggota TNI di Kalteng Aniaya Pelaku Hingga Tewas
Salah seorang remaja masjid bernama Bayu Setiawan mengaku, terkejut karena aksi sosial pembagian masker tersebut mendapat penolakan dari oknum kades dan perangkat desa lainnya, dengan alasan tidak memiliki SK sebagai remaja masjid setempat.
“Saya bersama teman-teman kecewa kepada aparat pemerintah desa, Kades dan aparatnya karena tidak mendukung kegiatan kami yang mana untuk sosial masyarakat, malah aksi kami dibubarkan,” kata Bayu.

Dia menyebutkan, meski bersikap arogan namun tidak menimbulkan kekerasan, namun hanya gertakan yang meminta SK pengangkatan remaja masjid. “Tidak ada tindakan kekerasan, cuma sempat tegang, teman saya didorong dan saya sendiri dipegang kera baju dan diangkat,” ujarnya.
Lihat Juga :