Cerita Ibu Kevin, 1 dari 6 Pemuda Palembang yang Hilang Misterius di Garut
Selasa, 19 Mei 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
"Nah besoknya atau sekitar pulul 09.00 WIB, tanggal 15 September. Anak saya sempat menghubungi lagi dan bilang kalau akan pulang. Selain itu juga Kevin sempat menghubungi kakeknya minta diisikan pulsa," katanya, Senin (18/5/2020).
Pada saat itu memang percakapan di telepon terdengar bising, dan memang menggambarkan kalau kondisinya sedang berada di jalan. Akan tetapi, selang beberapa jam kemudian, Ita sudah tidak bisa lagi menghubungi putranya itu. Hanphone Kevin sudah tidak aktif serta tidak bisa dihubungi.
Kemudian ia mendapatkan firasat yang tidak enak, dan berusaha mencoba berkomunikasi dengan keluarga teman-teman yang berangkat bersama Kevin. Ternyata hasilnya sama, semua teman-temannya itu juga tidak bisa dihubungi lagi.
Saat dalam situasi kebingungan, salah satu keluarga pemuda itu mendapatkan informasi dari Adeng, salah seorang dari karyawan Aji. Mereka diminta untuk berangkat ke Garut untuk mencari keenam pemuda itu.
Akhinya Ita, bersama nenek Kevin, Istri Taufan, dan ibu Aat, tiba di Garut . Di sana mereka berbagi tugas untuk mencari informasi terkait keberadaan enam orang itu. Mulai dari ke pasar, kantor kepolisian, dan tempat-tempat keramaian lainnya. Namun, keenamnya hilang bak ditelan bumi. Tak satu pun petunjuk didapatkan.
"Sekitar satu minggu kami tinggal di rumah Aji, dan diberi fasilitas kendaraan untuk mencarinya. Hingga akhirnya saya mendengar jika Aji berkata kepada salah satu dari kami bahwa mereka akan pulang sendiri," katanya.
Pada saat itu memang percakapan di telepon terdengar bising, dan memang menggambarkan kalau kondisinya sedang berada di jalan. Akan tetapi, selang beberapa jam kemudian, Ita sudah tidak bisa lagi menghubungi putranya itu. Hanphone Kevin sudah tidak aktif serta tidak bisa dihubungi.
Kemudian ia mendapatkan firasat yang tidak enak, dan berusaha mencoba berkomunikasi dengan keluarga teman-teman yang berangkat bersama Kevin. Ternyata hasilnya sama, semua teman-temannya itu juga tidak bisa dihubungi lagi.
Saat dalam situasi kebingungan, salah satu keluarga pemuda itu mendapatkan informasi dari Adeng, salah seorang dari karyawan Aji. Mereka diminta untuk berangkat ke Garut untuk mencari keenam pemuda itu.
Akhinya Ita, bersama nenek Kevin, Istri Taufan, dan ibu Aat, tiba di Garut . Di sana mereka berbagi tugas untuk mencari informasi terkait keberadaan enam orang itu. Mulai dari ke pasar, kantor kepolisian, dan tempat-tempat keramaian lainnya. Namun, keenamnya hilang bak ditelan bumi. Tak satu pun petunjuk didapatkan.
"Sekitar satu minggu kami tinggal di rumah Aji, dan diberi fasilitas kendaraan untuk mencarinya. Hingga akhirnya saya mendengar jika Aji berkata kepada salah satu dari kami bahwa mereka akan pulang sendiri," katanya.
Lihat Juga :