Komite Sekolah di Blitar Kompak Desak Belajar Tatap Muka Segera Digelar
Selasa, 16 Maret 2021 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga menilai belajar daring tidak sebagus PTM. Terutama terkait perkembangan psikologi anak. Karenanya Komite Sekolah meminta dinas pendidikan untuk segera menyelenggarakan kembali PTM. "Soalnya sudah satu tahun (daring) dan tentunya berpengaruh terhadap perkembangan dan psikologi anak," kata Budi menjelaskan.
Budi belum bisa memberi jawaban pasti, karena saat ini masih melakukan kajian. Termasuk adanya wacana menggelar PTM pada 22 Maret mendatang, ia mengatakan masih dilakukan pembahasan. "Masih dalam bahasan dan akan kita lakukan kajian dulu mas," terang Budi.
Secara aturan, di wilayah yang berzona merah, menurut Budi dibolehkan menggelar PTM. Asalkan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk mengatur jumlah anak didik di sekolah, dengan tujuan mencegah terjadinya kerumunan. Namun Budi mengaku belum bisa memastikan langkah apa yang akan diambil.
Hingga kini pihaknya masih terus berkonsultasi sekaligus menunggu rekomendasi seperti apa yang diberikan. Secara prinsip, dinas pendidikan mengikuti pedoman ketentuan SKB 4 menteri. "Kita masih berkonsultasi terus. Kita lihat dulu rekomendasinya seperti apa," kata Budi.
Sementara vaksinasi untuk guru dan tenaga pendidikan di lingkungan dinas pendidikan Kabupaten Blitar sudah mencapai 80 %. Dinas pendidikan sebelumnya mengusulkan 16 ribu guru dan tenaga pendidikan yang mendapat suntikan vaksin. Vaksinasi di lingkungan pendidikan ditargetkan tuntas pada akhir Maret ini.
Budi belum bisa memberi jawaban pasti, karena saat ini masih melakukan kajian. Termasuk adanya wacana menggelar PTM pada 22 Maret mendatang, ia mengatakan masih dilakukan pembahasan. "Masih dalam bahasan dan akan kita lakukan kajian dulu mas," terang Budi.
Secara aturan, di wilayah yang berzona merah, menurut Budi dibolehkan menggelar PTM. Asalkan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk mengatur jumlah anak didik di sekolah, dengan tujuan mencegah terjadinya kerumunan. Namun Budi mengaku belum bisa memastikan langkah apa yang akan diambil.
Hingga kini pihaknya masih terus berkonsultasi sekaligus menunggu rekomendasi seperti apa yang diberikan. Secara prinsip, dinas pendidikan mengikuti pedoman ketentuan SKB 4 menteri. "Kita masih berkonsultasi terus. Kita lihat dulu rekomendasinya seperti apa," kata Budi.
Sementara vaksinasi untuk guru dan tenaga pendidikan di lingkungan dinas pendidikan Kabupaten Blitar sudah mencapai 80 %. Dinas pendidikan sebelumnya mengusulkan 16 ribu guru dan tenaga pendidikan yang mendapat suntikan vaksin. Vaksinasi di lingkungan pendidikan ditargetkan tuntas pada akhir Maret ini.
(shf)
Lihat Juga :