Tak Diberi Uang, 6 Anggota Ormas Aniaya Seorang Sopir Mobil Boks di Ujungberung
Sabtu, 18 April 2020 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Korban Sandi berusaha keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri. Setelah berhasil keluar, Sandi tetap dikejar oleh enam pelaku. Selama dikejar-kejar, pelaku memukuli kepala, wajah, dan badan korban.
"Orang-orang ngelihatin saya. Jalanan macet. Saya minta tolong, tapi tidak ada yang menolong. Kepala saya sudah berdarah, tetap saja tidak ada yang menolong," ujar dia.
Sandi memperkirakan, aksi penganiayaan tersebut berlangsung kurang dari 20 menit. "Mereka berhenti menganiaya setelah ada dua anggota TNI di Zypur Ujungberung menolong saya. Mereka melarikan diri. Kalau enggak ada tentara itu habis saya. Soalnya orang-orang tidak ada yang nolongin. Mungkin karena pelaku orang ormas," tutur Sandi.
Beruntung ada teman Sandi melintas dan membawanya ke RSUD Ujungberung Kota Bandung, Jalan Rumah Sakit. Sandi harus menjalani operasi di kepala karena terluka akibat hantaman benda tumpul.
Sandi, merupakan karyawan swasta dari perusahaan makanan ringan ternama di Jalan Soekarno-Hatta. Dia tetap bekerja di tengah wabah virus corona.
"Karena saya bagian lapangan yang suplai makanan ke toko-toko, jadi tidak bisa kerja di rumah. Saat kejadian saya sudah hendak pulang ke kantor," ucap dia.
"Orang-orang ngelihatin saya. Jalanan macet. Saya minta tolong, tapi tidak ada yang menolong. Kepala saya sudah berdarah, tetap saja tidak ada yang menolong," ujar dia.
Sandi memperkirakan, aksi penganiayaan tersebut berlangsung kurang dari 20 menit. "Mereka berhenti menganiaya setelah ada dua anggota TNI di Zypur Ujungberung menolong saya. Mereka melarikan diri. Kalau enggak ada tentara itu habis saya. Soalnya orang-orang tidak ada yang nolongin. Mungkin karena pelaku orang ormas," tutur Sandi.
Beruntung ada teman Sandi melintas dan membawanya ke RSUD Ujungberung Kota Bandung, Jalan Rumah Sakit. Sandi harus menjalani operasi di kepala karena terluka akibat hantaman benda tumpul.
Sandi, merupakan karyawan swasta dari perusahaan makanan ringan ternama di Jalan Soekarno-Hatta. Dia tetap bekerja di tengah wabah virus corona.
"Karena saya bagian lapangan yang suplai makanan ke toko-toko, jadi tidak bisa kerja di rumah. Saat kejadian saya sudah hendak pulang ke kantor," ucap dia.
(awd)
Lihat Juga :