Wacana Presiden Tiga Periode, Pengamat: Hambat Regenerasi Kepemimpinan Nasional
Selasa, 16 Maret 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, selain itu kencenderungan lamanya kekuasaan dalam kendali satu orang menyuburkan praktek otoritarianisme dan korup. Dimana ruang partisipasi dan dan ruang kontrol/kritis sangat dibatasi dan cenderung terbungkam karena dianggap menganggu kekuasaan yang sudah mapan.
Selain itu praktek korupsi juga semakin masif karena ruang untuk manipulasi akses keuangan negara terlalu longgar dan terbuka untuk kepentingan kelompoknya, sementara akses transparansi informasi untuk publik cenderung tertutup. Sehingga situasi ini semakin menjadikan kemunduran demokrasi dan nilai-nilai reformasi yang tengah dibangun.
Penambahan periodesasi masa jabatan Presiden cenderung dapat merusak iklim regenerasi kepemimpinan nasional. Dimana akan terjadi kemacetan kaderisasi kepemimpinan nasional.
Padahal kita sedang menghadapi dan memasuki era revolusi industri 4.0 yang membutuhkan peran dan daya kreativitas kaum muda (milineal) untuk menyelesaikan problem-problem kontemporer kebangsaan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Sehingga dibutuhkan ruang regenerasi yang baik dalam kepemimpinan nasional terutama bagi kaum muda Indonesia. Saatnya memberi ruang dan kesempatan yang luas bagi kaum muda Indonesia dalam regenerasi kepemimpinan nasional.
Selain itu praktek korupsi juga semakin masif karena ruang untuk manipulasi akses keuangan negara terlalu longgar dan terbuka untuk kepentingan kelompoknya, sementara akses transparansi informasi untuk publik cenderung tertutup. Sehingga situasi ini semakin menjadikan kemunduran demokrasi dan nilai-nilai reformasi yang tengah dibangun.
Penambahan periodesasi masa jabatan Presiden cenderung dapat merusak iklim regenerasi kepemimpinan nasional. Dimana akan terjadi kemacetan kaderisasi kepemimpinan nasional.
Padahal kita sedang menghadapi dan memasuki era revolusi industri 4.0 yang membutuhkan peran dan daya kreativitas kaum muda (milineal) untuk menyelesaikan problem-problem kontemporer kebangsaan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Sehingga dibutuhkan ruang regenerasi yang baik dalam kepemimpinan nasional terutama bagi kaum muda Indonesia. Saatnya memberi ruang dan kesempatan yang luas bagi kaum muda Indonesia dalam regenerasi kepemimpinan nasional.
(msd)
Lihat Juga :