Wacana Presiden Tiga Periode, Pengamat: Hambat Regenerasi Kepemimpinan Nasional

Selasa, 16 Maret 2021 - 01:01 WIB
loading...
Wacana Presiden Tiga...
ilustrasi
A A A
SURABAYA - Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden 3 (tiga) periode mengindikasikan kemunduran demokrasi di Indonesia. Selain itu cenderung membuat iklim kepemimpin politik tidak sehat dan cenderung menghambat regenerasi kepemimpinan nasional di Indonesia.

Pembatasan periode masa jabatan presiden menjadi 2 periode yang tercantum Pasal 7 UUD 1945 (Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan) merupakan buah dari reformasi.

Baca juga: Gempar, Tak Punya Uang Pria di Mojokerto Simpan Jenazah Istri di Kamar Kos

Menurut pengamat politik Islam Universitas Muhammaadiyah Surabaya, Sholikh Al Huda, reformasi merupakan hasil refleksi dan kritik seluruh elemen rakyat Indonesia terhadap praktik politik Orde Baru terutama dalam kepemimpinan Nasional (Presiden) yang tidak terbatas hampir 32 tahun. Praktek tersebut menjadikan sendi-sendi demokrasi tidak berjalan dan macet karena lamanya kekuasaan.

"Pengalaman dari praktek kepemimpinan Presiden yang terlalu lama tanpa ada batasan periodesasi yang konstitusional adalah cenderung terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) demi kepentingan pribadi dan golongannya, lupa untuk melayani rakyatnya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Pengusaha Ini Bagikan...
Pengusaha Ini Bagikan Filosofi Kepemimpinan dalam Bukunya Keduanya
IKA ITS Jakarta Raya...
IKA ITS Jakarta Raya Rumuskan Kepemimpinan Naik Kelas di Era AI
Kepemimpinan Pramono...
Kepemimpinan Pramono Mampu Bangkitkan Ekonomi Jakarta Pascaperistiwa Agustus 2025
Kepemimpinan Harus Memberikan...
Kepemimpinan Harus Memberikan Makna bagi Tim
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved