Perang Lawan Narkoba, BNN Aceh Libatkan Pengamen
Senin, 15 Maret 2021 - 11:10 WIB
loading...
Foto ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye perang melawan serta pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh mengajak para pengamen untuk ikut terlibat di dalamnya. Para pengamen ini akan menjadi relawan BNN. Baca juga: Nekat Tenan, Pedagang Kebab Keliling di Gresik Ini Nyambi Kurir 50 Ribu Pil Koplo
Kepala BNN Aceh, Heru Pranoto didampingi Subkoordinator Pencegahan BNN Aceh, Dedi Andria mengatakan, kalangan pengamen tersebut menyuarakan bahaya narkoba kepada masyarakat. Mereka diajak menyuarakan bahaya narkoba, minimal sesama pengamen dan masyarakat sekitarnya.
“Kalangan pengamen ini nantinya berkeliling ke kafe atau warung kopi menyampaikan pesan pentingnya menjauhi narkoba kepada masyarakat,” katanya, Minggu (14/3/2021). Dia berharap dengan cara tersebut, masyarakat akan lebih paham tentang bahaya narkoba dan menyatakan perang terhadap barang terlarang tersebut. Baca juga: Sampang Gempar! Massa Lepaskan Bandar Sabu dan Rusak Mobil BNNP Jatim
"Kami berharap dengan adanya pesan-pesan tersebut ini akan muncul pola pikir masyarakat, terutama kalangan milenial untuk melakukan ketahanan diri dan keluarga agar tidak terjerumus dengan narkoba," kata Dedi Andria.
Kepala BNN Aceh, Heru Pranoto didampingi Subkoordinator Pencegahan BNN Aceh, Dedi Andria mengatakan, kalangan pengamen tersebut menyuarakan bahaya narkoba kepada masyarakat. Mereka diajak menyuarakan bahaya narkoba, minimal sesama pengamen dan masyarakat sekitarnya.
“Kalangan pengamen ini nantinya berkeliling ke kafe atau warung kopi menyampaikan pesan pentingnya menjauhi narkoba kepada masyarakat,” katanya, Minggu (14/3/2021). Dia berharap dengan cara tersebut, masyarakat akan lebih paham tentang bahaya narkoba dan menyatakan perang terhadap barang terlarang tersebut. Baca juga: Sampang Gempar! Massa Lepaskan Bandar Sabu dan Rusak Mobil BNNP Jatim
"Kami berharap dengan adanya pesan-pesan tersebut ini akan muncul pola pikir masyarakat, terutama kalangan milenial untuk melakukan ketahanan diri dan keluarga agar tidak terjerumus dengan narkoba," kata Dedi Andria.
(don)
Lihat Juga :