Bupati Se-Indonesia Dukung Program Organisasi Penggerak, Bisa Dongkrak Kualitas Pendidikan
Senin, 15 Maret 2021 - 01:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, sebagai program baru, sejumlah kepala daerah belum memahami secara utuh mengenai POP. Padahal, kompetensi guru, potensi daerah, dan sekolah berbeda satu sama lainnya. “Pembelajaran tatap muka saat ini berbeda, caranya juga berbeda, bagaimana merangsang anak juga berbeda. Harapan saya bersinergi sehingga kepala daerah memahami soal penggerak,” tuturnya.
Baca juga: Kakek di Madiun Berkali-kali Cabuli Remaja Tetangganya dengan Iming-iming Uang Rp20.000
Sebelumnya, dua organisasi peserta POP juga mengaku siap menjalankan praktik baik pendidikan di berbagai daerah seluruh Indonesia mulai tahun ini. Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) menilai POP merupakan salah satu langkah efektif meningkatkan kualitas pendidikan dengan membawa unsur kegotongroyongan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Direktur Pelaksana YSKK Iwan Setiyoko mengatakan melalui program ini, YSKK akan menginisiasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ramah Anak di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan sasaran 264 lembaga PAUD, 756 Pendidik, dan 264 Pengelola/Kepala PAUD.
“Program ini bagus untuk mengkristalisasi upaya yang dilakukan lembaga pegiat pendidikan di seluruh wilayah Indonesia dan mampu mengkompilasi, meramu serta mereplikasi berbagai capaian positif yang dilakukan sesuai kebutuhan dan sumber daya masing-masing daerah,” ujarnya
Baca juga: Kakek di Madiun Berkali-kali Cabuli Remaja Tetangganya dengan Iming-iming Uang Rp20.000
Sebelumnya, dua organisasi peserta POP juga mengaku siap menjalankan praktik baik pendidikan di berbagai daerah seluruh Indonesia mulai tahun ini. Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) menilai POP merupakan salah satu langkah efektif meningkatkan kualitas pendidikan dengan membawa unsur kegotongroyongan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Direktur Pelaksana YSKK Iwan Setiyoko mengatakan melalui program ini, YSKK akan menginisiasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ramah Anak di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan sasaran 264 lembaga PAUD, 756 Pendidik, dan 264 Pengelola/Kepala PAUD.
“Program ini bagus untuk mengkristalisasi upaya yang dilakukan lembaga pegiat pendidikan di seluruh wilayah Indonesia dan mampu mengkompilasi, meramu serta mereplikasi berbagai capaian positif yang dilakukan sesuai kebutuhan dan sumber daya masing-masing daerah,” ujarnya
Lihat Juga :