Ini Kronologi dan Penyebab Suami Bunuh Istri yang Sedang Hamil di Batam
Minggu, 14 Maret 2021 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat setelah pelaku terdorong ke arah kulkas, pelaku melihat pisau di atas kulkas, kemudian pelaku langsung mengambil pisau tersebut dan melemparkan pisau dapur tersebut kearah korban sehingga pisau menancap di leher sebelah kiri korban. Saat kejadian itu, kedua anaknya yakni Fajar dan Yusuf sedang bermain di depan rumah. "Saat itu, secara spontan pelaku langsung mendekati korban dan mencabut pisau tersebut dan meletakkan di lantai ruang tamu," bebernya.
Pelaku sempat keluar rumah dan berteriak minta tolong namun warga tidak ada yang mendengar akhirnya pelaku beserta kedua aanknya membawa korban ke klinik bidan Santi di Tanjung Uma. Namun di klinik tersebut ditolak dikeranakan korban pendarahan kemudian pelaku menitipkan kedua anaknya di rumah bidan Santi dan pelaku membawa korban ke Puskesmas Lubuk Baja. Baca: Tragis, Istri Hamil 6 Bulan di Batam Meregang Nyawa di Tangan Suami.
"Sesampainya di sana pelaku langsung membawa korban ke dalam untuk penanganan namun pihak puskesmas kembali menolak, selanjutnya pelaku dibantu oleh 1 orang warga sekitar puskesmas untuk membawa korban ke RS Harapan Bunda menggunakan motor, sesampainya di RS korban langsung ditangani oleh pihak RS," katanya.
Pihak RS menyuruh pelaku untuk mengambil sarung/kain untuk korban, kemudian pelaku kembali ke rumah, pada saat pelaku masuk ke dalam rumah pelaku melihat pisau berlumuran darah yang berada di lantai ruang tamu, pelaku langsung mengambil pisau tersebut dan mencuci di keran air yang berada di dapur belakang rumahnya. Baca Juga: Tabung Gas Elpiji Meledak di Atas Perahu, 4 Orang Luka Parah.
Setelah itu pelaku langsung meletakkan pisau tersebut di kamar mandi rumahnya. "Kemudian pelaku kembali ke RS Harapan Bunda, setelah sampai pihak RS menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia, selanjutnya pihak Kepolisian beserta pihak RS Harapan Bunda membawa korban menggunakan mobil Ambulans ke RS. Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
Pelaku sempat keluar rumah dan berteriak minta tolong namun warga tidak ada yang mendengar akhirnya pelaku beserta kedua aanknya membawa korban ke klinik bidan Santi di Tanjung Uma. Namun di klinik tersebut ditolak dikeranakan korban pendarahan kemudian pelaku menitipkan kedua anaknya di rumah bidan Santi dan pelaku membawa korban ke Puskesmas Lubuk Baja. Baca: Tragis, Istri Hamil 6 Bulan di Batam Meregang Nyawa di Tangan Suami.
"Sesampainya di sana pelaku langsung membawa korban ke dalam untuk penanganan namun pihak puskesmas kembali menolak, selanjutnya pelaku dibantu oleh 1 orang warga sekitar puskesmas untuk membawa korban ke RS Harapan Bunda menggunakan motor, sesampainya di RS korban langsung ditangani oleh pihak RS," katanya.
Pihak RS menyuruh pelaku untuk mengambil sarung/kain untuk korban, kemudian pelaku kembali ke rumah, pada saat pelaku masuk ke dalam rumah pelaku melihat pisau berlumuran darah yang berada di lantai ruang tamu, pelaku langsung mengambil pisau tersebut dan mencuci di keran air yang berada di dapur belakang rumahnya. Baca Juga: Tabung Gas Elpiji Meledak di Atas Perahu, 4 Orang Luka Parah.
Setelah itu pelaku langsung meletakkan pisau tersebut di kamar mandi rumahnya. "Kemudian pelaku kembali ke RS Harapan Bunda, setelah sampai pihak RS menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia, selanjutnya pihak Kepolisian beserta pihak RS Harapan Bunda membawa korban menggunakan mobil Ambulans ke RS. Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :