Jalan Dipagar Beton Pemilik Tanah, Warga Ciledug Berharap Pemerintah Hadir
Jum'at, 12 Maret 2021 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, sejak mediasi itu warga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia mengakui, mudah membongkar tembok beton yang menutup rumah keluarga Munir. Namun, warga enggan, karena hanya menimbulkan permasalahan baru.
"Sekarang kekuatan lingkungan apa? Aparat saja nggak bisa berbuat apa-apa, kita sudah melaporkan ke Binamas, ke kelurahan, tapi kalau nggak ada upaya, kita bingung. Kita kondisinya nggak bisa ngapa-ngapain, kita mau robohin juga kita yang salah," jelasnya.
Menurut dia, sebelum terjadi penutupan total akses jalan rumah almarhum H Munir, tidak ada konflik. Persoalan baru timbul, setelah kolam renang itu dibeli Munir, melalui proses lelang oleh pihak bank.
Umumnya proses pembelian rumah, jalan menjadi fasilitas yang disediakan. Tetapi tidak demikian yang terjadi. Secara sepihak, ahli waris Anas Burhan, yakni H Ruly, merasa tanah jalan seluas 2,5 meter, sepanjang 200 meter itu tidak termasuk dijual.
Merasa tanah itu miliknya, pihak ahli waris menutup akses jalan secara total dan keluarga almarhum Munir yang terkena dampaknya sendirian. Padahal, yang tinggal di balik pagar itu tidak hanya keluarga Munir. Tetapi juga ada keluarga bidan Buyung.
"Sekarang kekuatan lingkungan apa? Aparat saja nggak bisa berbuat apa-apa, kita sudah melaporkan ke Binamas, ke kelurahan, tapi kalau nggak ada upaya, kita bingung. Kita kondisinya nggak bisa ngapa-ngapain, kita mau robohin juga kita yang salah," jelasnya.
Menurut dia, sebelum terjadi penutupan total akses jalan rumah almarhum H Munir, tidak ada konflik. Persoalan baru timbul, setelah kolam renang itu dibeli Munir, melalui proses lelang oleh pihak bank.
Umumnya proses pembelian rumah, jalan menjadi fasilitas yang disediakan. Tetapi tidak demikian yang terjadi. Secara sepihak, ahli waris Anas Burhan, yakni H Ruly, merasa tanah jalan seluas 2,5 meter, sepanjang 200 meter itu tidak termasuk dijual.
Merasa tanah itu miliknya, pihak ahli waris menutup akses jalan secara total dan keluarga almarhum Munir yang terkena dampaknya sendirian. Padahal, yang tinggal di balik pagar itu tidak hanya keluarga Munir. Tetapi juga ada keluarga bidan Buyung.
Lihat Juga :