Napi Lapas Ternate Kendalikan Peredaran Sabu dari Dalam Penjara
Kamis, 11 Maret 2021 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Pada pukul 22.30 WIT tim Unit Resmob Serigala Utara yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Utara Iptu Joni Aryanto, menuju ke Lapas Kelas IIA Ternate dan pegawai Lapas mengamankan barang bukti satu buah pirek warna merah dan pipet kaca," ujar Aditya.
IS mengakui telah memberi CH tugas menjemput sabu dan menyimpannya. Selanjutnya, sabu tersebut ditimbang dan dikemas dalam saset kecil.
"Tersangka CH alias Koko yang dikendalikan oleh IS alias Kancil dari dalam Lapas dengan menggunakan handphone kemudian mendistribusikan dengan cara meletakkan di tempat-tempat yang telah di tentukan oleh kedua tersangka," terangnya.
Aditya mengatakan, barang bukti yang diamankan oleh anggota tim Unit Resmob Gamalama Utara dua saset kecil bening berisi sabu dengan berat 60,32, tiga pak plastik bening ukuran 5x3 belum terpakai, satu buah timbangan saku digital, dua unit ponsel serta satu buah pirek kaca.
"Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) subsider pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara," ujarnya.
IS mengakui telah memberi CH tugas menjemput sabu dan menyimpannya. Selanjutnya, sabu tersebut ditimbang dan dikemas dalam saset kecil.
"Tersangka CH alias Koko yang dikendalikan oleh IS alias Kancil dari dalam Lapas dengan menggunakan handphone kemudian mendistribusikan dengan cara meletakkan di tempat-tempat yang telah di tentukan oleh kedua tersangka," terangnya.
Aditya mengatakan, barang bukti yang diamankan oleh anggota tim Unit Resmob Gamalama Utara dua saset kecil bening berisi sabu dengan berat 60,32, tiga pak plastik bening ukuran 5x3 belum terpakai, satu buah timbangan saku digital, dua unit ponsel serta satu buah pirek kaca.
"Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) subsider pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :