Tak Terima Ibu Dicekik, Adik Pukul Kakak Kandungnya Hingga Tewas
Kamis, 11 Maret 2021 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Miris Gadis Cantik Asal Bandung, Dijual Orang Tuanya untuk Layanan Seks Sadis
Dia mengatakan, korban tidak perduli dengan dua orang adiknya dan langsung mencekik leher ibunya , serta hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan. Melihat hal tersebut, sebut Suheri Nababan menangkap korban dan melarang serta mengevakuasi ibunya keluar rumah.
Namun korban masih berusaha untuk mengejar ibunya, sehingga tersangka Swandi Nababan tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumahnya, dan memukul kepala korban sebanyak enam kali hingga korban terkapar dan tewas di tempat.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Hendak Berhubungan Seks di Hotel Pensiunan PNS Tewas Usai Pakai Tisu Obat Kuat
"Setelah korban tewas di tempat, tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong Taput. Korban, tersangka dan saksi Suheri Nababan adalah kakak beradik kandung. Ibunya Fine Tampubolon dan ayah Arli Nababan (63). Namun saat kejadian, ayahnya tidak berada di rumah karena masih di kebun," ujar Muhammad Saleh.
Dia mengatakan, korban tidak perduli dengan dua orang adiknya dan langsung mencekik leher ibunya , serta hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan. Melihat hal tersebut, sebut Suheri Nababan menangkap korban dan melarang serta mengevakuasi ibunya keluar rumah.
Namun korban masih berusaha untuk mengejar ibunya, sehingga tersangka Swandi Nababan tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumahnya, dan memukul kepala korban sebanyak enam kali hingga korban terkapar dan tewas di tempat.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Hendak Berhubungan Seks di Hotel Pensiunan PNS Tewas Usai Pakai Tisu Obat Kuat
"Setelah korban tewas di tempat, tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong Taput. Korban, tersangka dan saksi Suheri Nababan adalah kakak beradik kandung. Ibunya Fine Tampubolon dan ayah Arli Nababan (63). Namun saat kejadian, ayahnya tidak berada di rumah karena masih di kebun," ujar Muhammad Saleh.
Lihat Juga :