Penghitungan Pengamat, Harga BBM Seharusnya Bisa Diturunkan
Sabtu, 18 April 2020 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, kurs rupiah juga melemah dari posisi Rp 14.400 ke posisi 16.363 per dolar, seperti yang ditetapkan oleh pemerintah dalam asumsinya. Maka, perhitungan selisih kurs dan pelemahan rupiah terlihat sama. Rp 1.900 -Rp 1.900 = 0. "Jadi tidak bisa turun karena naik dan turun impas," kata Komaidi.
Komaidi menyatakan bahwa, semua angka itu dihitung berdasarkan realisasi rata-rata harga spot per Maret. Sementara, jika mengacu pada harga rata-rata ICP dan kurs rupiah BI selama periode Januari sampai Maret, seharusnya harga BBM berpotensi bisa diturunkan.
Realisasi rata-rata ICP (Januari-Maret) sebesar US$ 52,07 per barel, sedangkan kurs BI di periode yang sama menguat senilai Rp 165. Penurunan itu mengacu pada asumsi pemerintah terkait harga minyak dan kurs rupiah dalam APBN yang ditetapkan sebesar US$ 63 per barel dan Rp 14.400 per dolar.
"Jika mengacu pada ICP harga BBM turun Rp 1.100/liter, sedangkan dari kurs rupiah turun Rp 1.300 per liter. Seharus harga BBM sudah turun," jelas Komaidi.
Namun, ditegaskannya, penurunan itu memang tak bisa dieksekusi secepatnya oleh Pertamina, sebab belum tentu mereka mendapatkan harga tersebut. Harus dilihat lagi, pada angka berapa Pertamina mendapatkan harga pengadaan BBM-nya.
Komaidi menyatakan bahwa, semua angka itu dihitung berdasarkan realisasi rata-rata harga spot per Maret. Sementara, jika mengacu pada harga rata-rata ICP dan kurs rupiah BI selama periode Januari sampai Maret, seharusnya harga BBM berpotensi bisa diturunkan.
Realisasi rata-rata ICP (Januari-Maret) sebesar US$ 52,07 per barel, sedangkan kurs BI di periode yang sama menguat senilai Rp 165. Penurunan itu mengacu pada asumsi pemerintah terkait harga minyak dan kurs rupiah dalam APBN yang ditetapkan sebesar US$ 63 per barel dan Rp 14.400 per dolar.
"Jika mengacu pada ICP harga BBM turun Rp 1.100/liter, sedangkan dari kurs rupiah turun Rp 1.300 per liter. Seharus harga BBM sudah turun," jelas Komaidi.
Namun, ditegaskannya, penurunan itu memang tak bisa dieksekusi secepatnya oleh Pertamina, sebab belum tentu mereka mendapatkan harga tersebut. Harus dilihat lagi, pada angka berapa Pertamina mendapatkan harga pengadaan BBM-nya.
(ihs)
Lihat Juga :