Soal Joget Wali Kota Blitar Dengan Wanita Seksi, DPRD: Prokes Berlaku Semua

loading...
Soal Joget Wali Kota Blitar Dengan Wanita Seksi, DPRD: Prokes Berlaku Semua
Wali Kota Blitar, Santoso (Baju batik) sedang pesta tasyakuran kemenangan pilkada tanpa menerapkan protokol kesehatan ketat. Foto/Ist
BLITAR - DPRD Kota Blitar mengingatkan Wali Kota Blitar yang terekam dalam video acara pesta tasyakuran tanpa mengindahkan protokol kesehatan tersebut, juga sekaligus Ketua Satgas COVID-19. Karenanya legislatif menyayangkan ketika aturan prokes yang dibuat pemerintah pusat yang kemudian dituangkan ke dalam Perwali, lantas diingkari sendiri.

"Bahwa aturan penerapan protokoler kesehatan itu berlaku untuk semuanya. Tanpa ada pengecualian," ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto kepada wartawan. Baca juga: Gempar Video Wali Kota Blitar Joget dengan Wanita Seksi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Wali Kota Blitar Santoso terekam video saat menggelar pesta tasyakuran bersama relawan pemenangan pilkada. Dalam video berdurasi 4 menit 28 detik tersebut, Santoso terlihat tidak mengenakan masker.

Santoso bernyanyi, berjoget, serta menyawer uang kepada sejumlah biduan wanita berpenampilan seksi. Semuanya juga tidak mengenakan masker. Begitu juga dengan puluhan orang yang berjoget berdesak-desakan, sebagian besar juga tidak memakai masker. Totok yang juga politisi PKB, menilai apa yang terjadi lebih pada persoalan etik.

Kalau ada yang terbukti melanggar aturan, sudah sepatutnya sanksi dijatuhkan. Ia juga menambahkan, dalam regulasi yang berlaku, pasal pasal sudah mengatur sedemikian jelas. Hal itu sebagai bukti bagaimana pemerintah serius memutus rantai penyebaran COVID-19 . "Ini kan masalah etik ya. Kalau ada yang melanggar aturan, sepatutnya sanksi juga diterapkan," tegas Totok.



Totok juga menyinggung soal klarifikasi Wali Kota Santoso terkait beredarnya video pesta tasyakuran tersebut. Menurutnya, masyarakat yang melihat tayangan video tersebut sudah bisa mencermati dan membuat penilaiannya sendiri. Kendati demikian, sebagai legislatif ia menyerahkan penanganan persoalan kepada Satgas COVID-19 .

"Saya tidak menyerang siapa-siapa. Masyarakat sudah bisa melihat sendiri fakta yang terekam seperti apa," pungkas Totok. Sementara saat dikonfirmasi, Wali Kota Blitar Santoso tidak membantah adanya pesta tersebut. Santoso mengatakan, kegiatan yang berlangsung adalah acara tasyakuran yang sudah lama ditunggu para relawan pilkada. Baca juga: Pemeriksaan Joget Wali Kota Blitar dengan Wanita Seksi, Polisi: Acara Spontan Relawan

"Itu kegiatan tasyakuran yang sudah lama ditunggu oleh relawan," kata Santoso kepada Sindonews.com. Santoso juga mengatakan, jumlah mereka yang hadir dalam kegiatan tasyakuran tersebut, tidak melebihi 50 orang. Sementara kapasitas ruangan yang dipakai tasyakuran, kata dia 600 orang.

"Jumlahnya tidak lebih dari 50 orang dari kapasitas ruang 600 orang," tambah Santoso menjelaskan. Mengenai protokol kesehatan selama berlangsungnya acara, Santoso juga mengatakan, pihaknya sudah menghimbau kepada para peserta untuk melaksanakan protokol kesehatan. "Kita sudah menghimbau kepada peserta untuk protokol kesehatan. Acara kita mulai jam 8 dan jam 10 sudah selesai," terang Santoso
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top