Realisasi Peremajaan Sawit Rakyat PTPN V Capai 9.500 Ha, Terluas di Indonesia
Jum'at, 05 Maret 2021 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dukung PEN, PTPN V Tingkatkan Produksi Sawit
Untuk selanjutnya, hingga 2023 mendatang, perusahaan yang ia pimpin memiliki program kerja untuk meremajakan hingga 21.000 hektare sawit para petani plasma. “Di tahun 2021 ini kita rencanakan 3.300 hektar 2022 ada 4.300 hektar, dan 2023 seluas 4.600 hektar. Ini menjadi roadmap kita untuk mendorong percepatan peremajaan sawit rakyat yang diharapkan oleh Pemerintah," sebut Jatmiko.
Menurut Jatmiko angka tersebut masih dapat terus ditingkatkan mengingat perusahaan memiliki 56.600 hektare hektar plasma yang tersebar di 6 Kabupaten di Riau. “Dari 56,600 itu, seluas 21.000 hektar atau 38% telah menandatangani kerja sama peremajaan bersama PTPN V hingga 2023. Sementara 17,5 ribu hektar atau 31% telah diremajakan secara mandiri oleh petani. Sisanya 31% lagi masih belum bersedia diremajakan," ungkapnya.
Dia menyebutkan bahwa kendala legalitas lahan, masalah birokrasi, sumber pendanaan, hingga kekhawatiran petani akan kehilangan sumber pendapatan saat peremajaan berlangsung menjadi hambatan dalam program PSR. Untuk itu, dia mengatakan PTPN V menawarkan sejumlah program yang menjadi jawaban permasalahan di atas, terutama terkait kekhawatiran petani akan kehilangan pendapatan saat peremajaan berlangsung.
"Tujuan kami menginisiasi program PTPN V Untuk Sawit Rakyat sejalan dengan amanat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan budidaya perkebunan lestari yang terpadu. Ini menjadi key factor untuk keberhasilan program ini," imbuh Jatmiko.
Baca juga: Pesisir Barat Gempar! Anggota TNI AL Terkapar usai Duel dengan Petani Gara-gara Rebutan Lahan Sawit
Sehingga, dia pun menyatakan berani memberikan jaminan kepada petani mulai dari pembiayaan, jaminan kultur teknis hingga hasil produksi. Menurut Jatmiko mekanisme yang disebutnya dengan single management atau manajemen tunggal yang dilaksanakan dengan transparan, akan menjadi kunci PTPN V untuk sawit rakyat diterima petani.
Untuk selanjutnya, hingga 2023 mendatang, perusahaan yang ia pimpin memiliki program kerja untuk meremajakan hingga 21.000 hektare sawit para petani plasma. “Di tahun 2021 ini kita rencanakan 3.300 hektar 2022 ada 4.300 hektar, dan 2023 seluas 4.600 hektar. Ini menjadi roadmap kita untuk mendorong percepatan peremajaan sawit rakyat yang diharapkan oleh Pemerintah," sebut Jatmiko.
Menurut Jatmiko angka tersebut masih dapat terus ditingkatkan mengingat perusahaan memiliki 56.600 hektare hektar plasma yang tersebar di 6 Kabupaten di Riau. “Dari 56,600 itu, seluas 21.000 hektar atau 38% telah menandatangani kerja sama peremajaan bersama PTPN V hingga 2023. Sementara 17,5 ribu hektar atau 31% telah diremajakan secara mandiri oleh petani. Sisanya 31% lagi masih belum bersedia diremajakan," ungkapnya.
Dia menyebutkan bahwa kendala legalitas lahan, masalah birokrasi, sumber pendanaan, hingga kekhawatiran petani akan kehilangan sumber pendapatan saat peremajaan berlangsung menjadi hambatan dalam program PSR. Untuk itu, dia mengatakan PTPN V menawarkan sejumlah program yang menjadi jawaban permasalahan di atas, terutama terkait kekhawatiran petani akan kehilangan pendapatan saat peremajaan berlangsung.
"Tujuan kami menginisiasi program PTPN V Untuk Sawit Rakyat sejalan dengan amanat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan budidaya perkebunan lestari yang terpadu. Ini menjadi key factor untuk keberhasilan program ini," imbuh Jatmiko.
Baca juga: Pesisir Barat Gempar! Anggota TNI AL Terkapar usai Duel dengan Petani Gara-gara Rebutan Lahan Sawit
Sehingga, dia pun menyatakan berani memberikan jaminan kepada petani mulai dari pembiayaan, jaminan kultur teknis hingga hasil produksi. Menurut Jatmiko mekanisme yang disebutnya dengan single management atau manajemen tunggal yang dilaksanakan dengan transparan, akan menjadi kunci PTPN V untuk sawit rakyat diterima petani.
Lihat Juga :