Kena Jurus Maut Kepsek, Siswi SMK di Surabaya Ini Klepek-klepek
Jum'at, 05 Maret 2021 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Diduga Disekap dan Dicabuli, Siswi SMK Surabaya Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi
Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. ARN dijanjikan akan dibantu pembayaran SPP dari uang pribadi AF. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang. Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut, sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.
“Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkat. Teleponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat mendatangi rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah," paparnya.
Meski sudah melakukan perilaku tidak senonoh ke ARN, AF ternyata tidak memberikan ancaman serius. Kata ARN, Kepseknya hanya berpesan agar tidak bercerita pada siapa pun termasuk guru di sekolah. “Tidak pernah ada ancaman serius, tapi tidak boleh bilang ke siapa pun termasuk guru-gurupun tidak boleh tahu," ucapnya.
Baca juga: Buton Selatan Gempar, Remaja SMP Usia 14 Tahun Nikahi Remaja Putri Berusia 16 Tahun
Mendengar cerita anaknya yang telah mendapat perlakuan cabul dari Kepsek, akhir Desember 2019 lalu, ayah ARN, Soeminto pun geram dan melaporkan AF ke polisi. Laporan Soeminto dilayangkan, Rabu (3/3/2021) ke Polrestabes Surabaya.
Laporan pencabulan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Surabaya berinisial AF, tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya.
Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. ARN dijanjikan akan dibantu pembayaran SPP dari uang pribadi AF. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang. Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut, sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.
“Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkat. Teleponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat mendatangi rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah," paparnya.
Meski sudah melakukan perilaku tidak senonoh ke ARN, AF ternyata tidak memberikan ancaman serius. Kata ARN, Kepseknya hanya berpesan agar tidak bercerita pada siapa pun termasuk guru di sekolah. “Tidak pernah ada ancaman serius, tapi tidak boleh bilang ke siapa pun termasuk guru-gurupun tidak boleh tahu," ucapnya.
Baca juga: Buton Selatan Gempar, Remaja SMP Usia 14 Tahun Nikahi Remaja Putri Berusia 16 Tahun
Mendengar cerita anaknya yang telah mendapat perlakuan cabul dari Kepsek, akhir Desember 2019 lalu, ayah ARN, Soeminto pun geram dan melaporkan AF ke polisi. Laporan Soeminto dilayangkan, Rabu (3/3/2021) ke Polrestabes Surabaya.
Laporan pencabulan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Surabaya berinisial AF, tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya.
Lihat Juga :