2 Anggota Geng Motor Pembacok Polisi Biasa Tenggak Miras Sebelum Beraksi
Kamis, 04 Maret 2021 - 22:28 WIB
loading...
Polsek Metro Menteng menangkap dua anggota geng motor Enjoi MBR 86 karena menganiaya anggota Polsek Metro Menteng Aiptu Dwi Handoko beberapa waktu lalu. SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A
A
A
JAKARTA - Polsek Metro Menteng menangkap dua anggota geng motor Enjoi MBR 86 karena menganiaya anggota Polsek Metro Menteng Aiptu Dwi Handoko beberapa waktu lalu. Kedua pelaku, RA (22) dan L (21) pun akhirnya berstatus sebagai tersangka.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Manossoh menjelaskan, saat melakukan penganiayaan, keduanya dalam kondisi mabuk. Menurut Iver, sebelum melakukan aksi mereka terlebih dahulu berkumpul di gudang tua di Muara Baru.
"Di sana mereka minum miras, mereka konsumsi sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," jelas Iver di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021). (Baca juga; Polisi Dibacok Geng Motor di Menteng Jakarta Pusat )
Iver melanjutkan, kedua pelaku yang berprofesi sebagai satpam dan pekerja harian ini juga merekam aksi mereka di media sosial. “Iya untuk mencari eksistensi saja dan supaya dianggap jagoan," jelas Iver.
Senjata pun mereka beli di pengerajin sajam dengan harga cukup mahal. "Mereka beli di salah satu perajin sajam di wilayah Senen, harganya Rp350.000," ungkap Iver. (Baca juga; Bubarkan Tawuran, Perwira Polisi Dibacok di Tambora )
Kelompok ini sudah berulang kali melakukan aksinya. Sepekan sebelum kejadian, mereka juga melakukan aksi serupa. "Setelah sebelumnya mereka janjian di medsos, mancing-macing lah, kirim video ajakan untuk aksi. Enggak berapa lama, datanglah mereka ke wilayah Menteng RW 03," kata Iver.
Awalnya, saat berada di sekitar Jalan Proklamasi, geng motor itu mulai berulah dengan cara memukul-mukul tiang listrik. Bahkan terjadi aksi pelemparan batu. Di saat yang bersamaan, anggota Polsek Menteng sedang melakukan patroli rutin yang tujuannya untuk mencegah aksi tawuran.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Manossoh menjelaskan, saat melakukan penganiayaan, keduanya dalam kondisi mabuk. Menurut Iver, sebelum melakukan aksi mereka terlebih dahulu berkumpul di gudang tua di Muara Baru.
"Di sana mereka minum miras, mereka konsumsi sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," jelas Iver di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021). (Baca juga; Polisi Dibacok Geng Motor di Menteng Jakarta Pusat )
Iver melanjutkan, kedua pelaku yang berprofesi sebagai satpam dan pekerja harian ini juga merekam aksi mereka di media sosial. “Iya untuk mencari eksistensi saja dan supaya dianggap jagoan," jelas Iver.
Senjata pun mereka beli di pengerajin sajam dengan harga cukup mahal. "Mereka beli di salah satu perajin sajam di wilayah Senen, harganya Rp350.000," ungkap Iver. (Baca juga; Bubarkan Tawuran, Perwira Polisi Dibacok di Tambora )
Kelompok ini sudah berulang kali melakukan aksinya. Sepekan sebelum kejadian, mereka juga melakukan aksi serupa. "Setelah sebelumnya mereka janjian di medsos, mancing-macing lah, kirim video ajakan untuk aksi. Enggak berapa lama, datanglah mereka ke wilayah Menteng RW 03," kata Iver.
Awalnya, saat berada di sekitar Jalan Proklamasi, geng motor itu mulai berulah dengan cara memukul-mukul tiang listrik. Bahkan terjadi aksi pelemparan batu. Di saat yang bersamaan, anggota Polsek Menteng sedang melakukan patroli rutin yang tujuannya untuk mencegah aksi tawuran.
Lihat Juga :