Ini Jurus Maut Kepsek SMK Surabaya yang Diduga Cabuli Siswinya
Kamis, 04 Maret 2021 - 03:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum pencabulan terjadi, ARN memang sudah dekat dengan AF layaknya siswa dan guru. Dia sempat diajak jalan-jalan di salah satu mall Surabaya untuk sekedar membeli Richeese. Karena saking akrabnya, ARN bergurau pada AF bahwa dirinya ingin beli boneka. Tak disangka, ternyata AF mengabulkan keinginan ARN.
Baca juga: Gilang 'Fetish Kain Jarik' Akhirnya Diganjar Hukuman 5,5 Tahun Penjara
“Waktu di mall saya dibelikan boneka, tas, topi dan handset. Sebelumnya saya memang pernah cerita saya pengen boneka, tapi harganya mahal. Tapi pikiran saya cuma bercanda, ya masak kepala sekolah mau belikan. Ternyata waktu di mall dibelikan," ungkapnya.
Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. ARN dijanjikan akan dibantu pembayaran SPP dari uang pribadi AF. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang. Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut, sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.
“Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkat. Teleponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat mendatangi rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah," paparnya.
Baca juga: Gilang 'Fetish Kain Jarik' Akhirnya Diganjar Hukuman 5,5 Tahun Penjara
“Waktu di mall saya dibelikan boneka, tas, topi dan handset. Sebelumnya saya memang pernah cerita saya pengen boneka, tapi harganya mahal. Tapi pikiran saya cuma bercanda, ya masak kepala sekolah mau belikan. Ternyata waktu di mall dibelikan," ungkapnya.
Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. ARN dijanjikan akan dibantu pembayaran SPP dari uang pribadi AF. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang. Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut, sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.
“Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkat. Teleponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat mendatangi rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah," paparnya.
Lihat Juga :