Pemkab Tana Toraja Evaluasi Bangunan RS Bersalin Sayang Anak
Rabu, 03 Maret 2021 - 15:41 WIB
loading...
Bangunan Rumah Sakit Bersalin Sayang Anak di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Foto: SINDOnews/Joni Lembang
A
A
A
TANA TORAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja di bawah kepemimpinan Bupati Theofilus Allorerung dan Wakil Bupati Zadrak Tombeg akan mengevaluasi keberadaan Rumah Sakit Bersalin Sayang Anak di Kecamatan Makale.
"Kita akan evaluasi Rumah Sakit Bersalin Sayang Anak apakah memenuhi persyaratan standar sebagai rumah sakit," ujar Wakil Bupati, Zadrak Tombeg saat melakukan kunjungan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tana Toraja, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: Kepala OPD Tak Mampu Kerjasama dengan Bupati dan Wakil Bupati Diminta Mundur
Zadrak mengatakan, struktur bangunan rumah sakit harus kuat dan kokoh menahan beban. Selain itu, standar untuk rumah sakit yang mempunyai gedung bertingkat, dilengkapi sarana dan prasarana penunjang aktivitas dan kenyamanan petugas rumah sakit dan pasien serta orang-orang di dalamnya. Seperti tersedianya sarana lift.
Sedangkan, Rumah Sakit Bersalin Sayang Anak yang dibangun pada tahun 2019 dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar di masa pemerintahan Bupati Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Victor Datuan Batara dengan empat lantai, tak memiliki lift.
"Kita akan evaluasi Rumah Sakit Bersalin Sayang Anak apakah memenuhi persyaratan standar sebagai rumah sakit," ujar Wakil Bupati, Zadrak Tombeg saat melakukan kunjungan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tana Toraja, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: Kepala OPD Tak Mampu Kerjasama dengan Bupati dan Wakil Bupati Diminta Mundur
Zadrak mengatakan, struktur bangunan rumah sakit harus kuat dan kokoh menahan beban. Selain itu, standar untuk rumah sakit yang mempunyai gedung bertingkat, dilengkapi sarana dan prasarana penunjang aktivitas dan kenyamanan petugas rumah sakit dan pasien serta orang-orang di dalamnya. Seperti tersedianya sarana lift.
Sedangkan, Rumah Sakit Bersalin Sayang Anak yang dibangun pada tahun 2019 dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar di masa pemerintahan Bupati Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Victor Datuan Batara dengan empat lantai, tak memiliki lift.
Lihat Juga :