Diincar Parpol, Pakar Politik Unpad Sebut Ridwan Kamil Punya Magnet Politik Kuat

loading...
Diincar Parpol, Pakar Politik Unpad Sebut Ridwan Kamil Punya Magnet Politik Kuat
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dinilai memiliki magnet politik yang kuat hingga menjadi incaran parpol. Foto/Dok.MPI
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belakangan santer dikabarkan tengah diincar oleh sejumlah partai politik (parpol) untuk menempati jabatan tinggi di tubuh parpol.

Baca juga: Ridwan Kamil di Pusaran Polemik, Demokrat Jabar: Mereka Semakin Kerasukan

Sebelumnya diadigadang-gadang bakal memimpin Partai Golkar Jabar. Bahkan, belakangan santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat pemimpin Partai Demokrat.

Baca juga: Incar Kursi Ketua Golkar Jabar, Ridwan Kamil Memicu Risiko Besar

Namun, hingga saat ini, pria yang akrab disapa Kang Emil itu belum menunjukkan ketertarikannya bergabung dengan parpol. Dia beralasan, ingin fokus menyelesaikan amanah yang diberikan warga Jabar sebagai Gubernur.

Menanggapi fenomena tersebut, pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad) , Firman Manan mengatakan, fenomena tersebut tak lepas dari sistem yang selama ini diterapkan parpol, baik di tingkat daerah maupun nasional yang menjadikan elektabilitas sebagai salah satu ukuran rekruitmen.



"Apalagi, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei kredibel, selama ini Kang Emil selalu masuk jajaran lima besar," ungkap Firman, Rabu (3/3/2021).

Alasan lainnya, lanjut Firman, Ridwan Kamil hingga saat ini belum berpartai. Dengan kondisi tersebut menurutnya wajar bila parpol mengincar Ridwan Kamil. Apalagi, kata Firman, parpol pun kini tengah memasang kuda-kuda untuk menghadapi ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Jadi saya kira wajar, magnet politik Kang Emil memang kuat. Selain punya elektabilitas, dia pun belum berparpol. Tentunya ini menjadi daya tarik bagi parpol," katanya.

"Apalagi, bagaimanapun, momentum (Pilpres) 2024 adalah momentum regenerasi pemimpin muda berkinerja baik dan saya kira Kang Emil masuk dalam kriteria itu," sambung Firman menegaskan.

Meski begitu, Firman mengaku sepakat dengan keputusan Ridwan Kamil yang masih ingin berfokus menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Jabar. Terlebih, kata Firman, tugas yang diemban Ridwan Kamil di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini cukup berat.



"Saya sepakat, dia masih harus fokus bekerja sebagai Gubernur karena mengelola Jabar dalam situasi pandemi ini berat. Saya khawatir, kalau masuk ranah politik, konsentrasinya pecah," jelas Firman.

Diketahui, terakhir, salah satu pendiri Partai Demokrat, Darmizal mengungkapkan, sudah ada banyak nama yang diwacanakan untuk menggantikan AHY dalam rencana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digagas para pendiri Partai Demokrat.

Selain Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Darmizal juga mengatakan ada nama lain yang muncul, seperti Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Ketum Partai Emas Hasnaeni.

"Beberapa nama muncul diwacanakan para kader pemilik suara, antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, Ridwal Kamil Gubernur Jabar, Pak Isran Noor Gubernur Kaltim. Ada juga Hasnaeni yang sudah jadi Ketum Partai Emas," ujar Darmizal kepada wartawan, Senin (1/3/2021) malam.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top