Kisah Pasukan Khusus Penjaga Terang di Tengah Banjir Semarang

Senin, 01 Maret 2021 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Pemadaman listrik akibat banjir yang merendam Kota Semarang pada awal Februari itu paling lama mencapai satu pekan. Sebab, genangan banjir tak kunjung surut sehingga petugas PDKB belum berani menyambung aliran listrik.

“Intinya kita tidak pemadaman tidak ingin, tapi karena situasi dan kondisi. Paling lama (pemadaman) kemarin itu seminggu. Jadi tanggal 6 - 7 Februari, ada yang tanggal 13 Februari baru nyala full. Karena intensitas hujan 6 - 13 Februari itu kan tiap malam enggak berhenti. Kadang berhenti kemudian hari besok hujan lagi,” ujarnya.

“Kita sambil mengamati kondisi air itu, teman-teman hampir tiap hari cek lokasi. Bahkan pagi, siang, sore, malam pun kita cek lagi kondisi di lapangan. Menembus genangan banjir, ada yang jalan kaki ada yang pakai perahu karet,” lanjutnya.

Pihaknya juga rutin menjalin komunikasi dengan BPBD Kota Semarang untuk memantau debit banjir. Sedikit bernapas lega, banjir kembali menerjang Ibu Kota Jawa Tengah pada Selasa 23 Februari. Hujan deras sejak siang hingga sore mengakibatkan banjir besar termasuk Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan.

“Kita jalin komunikasi dan dapat ada info dari BPBD dan dinas terkait. Misalnya banjirnya setinggi 30 - 40 sentimeter, instalasi mereka (warga) biasanya masih aman karena ada di atas. Yang kita khawatirkan apabila banjirnya sudah di atas 80 sentimeter, itu yang menjadi perhatian kita,” lugasnya.

“Kalau untuk banjir saat ini (sejak 23 Februari) hanya kita sendiri (PDKB Semarang). Tidak ada backup dari Demak dan Salatiga. Masih bisa kita atasi sendiri. UP3 itu membawahi Kota Semarang dan Kabupaten Semarang,” kata dia.

Manajer Humas PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jateng & DIY, Haris, memastikan pihaknya bersiaga 24 jam untuk mengantisipasi cuaca ekstrem saat ini. Tim khusus PDKB menjadi tumpuan utama dalam situasi maraknya bencana.

“Yang kami gerakkan adalah tim PDKB. Tim khusus PLN, yang memang menangani situasi banjir, dalam kondisi apa pun. Langkah yang mereka lakukan saat banjir adalah mematikan beberapa titik gardu, dengan tujuan adalah keselamatan ketenagalistrikan,” tuturnya.

“Jadi apabila air sudah mulai menggenang, mendekati beberapa gardu, maka secara otomatis PLN akan mematikan. Dia (PDKB) akan memantau sampai air itu betul-betul sudah surut, kalau air sudah surut mereka akan memastikan bahwa gardu-gardu yang terkena air sudah pasti kering, baru mereka menyalakan listriknya,” jelasnya.

Pihaknya juga tak henti mengedukasi masyarakat pelanggan PLN ketika rumahnya terendam banjir. Di antaranya mematikan aliran instalasi listrik, cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan pindahkan perangkat elektronik ke tempat lebih tinggi.

“Kadang masyarakat yang masih terkena pemadaman, mereka menggerutu. Kok enggak nyala-nyala, padahal kalau itu dinyalakan akan membahayakan. Makanya kita juga edukasi kepada masyarakat trik-trik menghadapi bahaya saat musim banjir, melalui medsos,” pungkasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Respons PLN soal Mati...
Respons PLN soal Mati Listrik di Beberapa Wilayah Jakarta
Listrik di Sejumlah...
Listrik di Sejumlah Kawasan Jakarta Padam, PLN: Gangguan di Beberapa Gardu Induk
Banjir dan Longsor Kepung...
Banjir dan Longsor Kepung Jateng: 3 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak
Jalur Pantura Semarang-Demak...
Jalur Pantura Semarang-Demak Terendam Banjir, Lalu Lintas Macet
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Rekomendasi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Berita Terkini
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved