Pergerakan Tanah Meluas di Purwakarta, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah
Minggu, 28 Februari 2021 - 04:00 WIB
loading...
Rumah warga yang abruk akibat pergerakan tanah di Purwakarta. Foto/Didin
A
A
A
PURWAKARTA - Kerusakan rumah warga akibat bencana pergerakan tanah di Kempung Cirangkong, Desa Pasangrahan, Kabupaten Purwakarta , Jawa Barat, terus bertambah.
Hal ini menyusul pergerakan tanah di perkampungan yang berada tepat di kaki Gunung Parang tersebut semakin masif dan meluas.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pasangrahan, jumlah rumah rusak sudah mencapai 120 rumah, yang sebelumnya 116 rumah. Dari jumlah itu, 79 rusak berat rata dengan tanah sisanya 41 rusak ringan. Rumah yang terdampak bencana alam ini sudah dilarang untuk ditempati menyusul pergerakan tanah masih terus terjadi.
"Adapun jumlah warga yang jadi korban sebanyak 532 orang dari 150 kepala keluarga. Dari jumlah itu 345 orang sudah tinggal dipengungsian. Sisanya ada yang tinggal di rumah kerabatnya. Bahkan juga ada yang bertahan sekitar rumah mereka, dengan alasan menjaga barang-barang dan memiliki hewan ternak," kata Kepala Desa Pasangrahan Yadi Supriyadi kepada MNC Media saat diremui di kantor desanya, Sabtu (27/2/2021).
Dia menambahkan, dari 532 orang korban bencana pergerakan tanah itu terdapat 53 balita, 31 lansian dan 4 orang ibu hamil. Data tersebut sudah dilaporkan dan diharapkan mendapat perlakuan khusus dari Pemkab Purwakarta. Apalagi para korban ada yang tinggal di tenda pengungsian.
Hal ini menyusul pergerakan tanah di perkampungan yang berada tepat di kaki Gunung Parang tersebut semakin masif dan meluas.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pasangrahan, jumlah rumah rusak sudah mencapai 120 rumah, yang sebelumnya 116 rumah. Dari jumlah itu, 79 rusak berat rata dengan tanah sisanya 41 rusak ringan. Rumah yang terdampak bencana alam ini sudah dilarang untuk ditempati menyusul pergerakan tanah masih terus terjadi.
"Adapun jumlah warga yang jadi korban sebanyak 532 orang dari 150 kepala keluarga. Dari jumlah itu 345 orang sudah tinggal dipengungsian. Sisanya ada yang tinggal di rumah kerabatnya. Bahkan juga ada yang bertahan sekitar rumah mereka, dengan alasan menjaga barang-barang dan memiliki hewan ternak," kata Kepala Desa Pasangrahan Yadi Supriyadi kepada MNC Media saat diremui di kantor desanya, Sabtu (27/2/2021).
Dia menambahkan, dari 532 orang korban bencana pergerakan tanah itu terdapat 53 balita, 31 lansian dan 4 orang ibu hamil. Data tersebut sudah dilaporkan dan diharapkan mendapat perlakuan khusus dari Pemkab Purwakarta. Apalagi para korban ada yang tinggal di tenda pengungsian.
Lihat Juga :