Pergerakan Tanah Meluas di Purwakarta, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah

loading...
Pergerakan Tanah Meluas di Purwakarta, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah
Rumah warga yang abruk akibat pergerakan tanah di Purwakarta. Foto/Didin
PURWAKARTA - Kerusakan rumah warga akibat bencana pergerakan tanah di Kempung Cirangkong, Desa Pasangrahan, Kabupaten Purwakarta , Jawa Barat, terus bertambah.

Hal ini menyusul pergerakan tanah di perkampungan yang berada tepat di kaki Gunung Parang tersebut semakin masif dan meluas.

Berdasarkan data Pemerintah Desa Pasangrahan, jumlah rumah rusak sudah mencapai 120 rumah, yang sebelumnya 116 rumah. Dari jumlah itu, 79 rusak berat rata dengan tanah sisanya 41 rusak ringan. Rumah yang terdampak bencana alam ini sudah dilarang untuk ditempati menyusul pergerakan tanah masih terus terjadi.

"Adapun jumlah warga yang jadi korban sebanyak 532 orang dari 150 kepala keluarga. Dari jumlah itu 345 orang sudah tinggal dipengungsian. Sisanya ada yang tinggal di rumah kerabatnya. Bahkan juga ada yang bertahan sekitar rumah mereka, dengan alasan menjaga barang-barang dan memiliki hewan ternak," kata Kepala Desa Pasangrahan Yadi Supriyadi kepada MNC Media saat diremui di kantor desanya, Sabtu (27/2/2021).

Dia menambahkan, dari 532 orang korban bencana pergerakan tanah itu terdapat 53 balita, 31 lansian dan 4 orang ibu hamil. Data tersebut sudah dilaporkan dan diharapkan mendapat perlakuan khusus dari Pemkab Purwakarta. Apalagi para korban ada yang tinggal di tenda pengungsian.



Baca juga: Pecah Ban, Truk Boks Terbalik di Tol Cipali dan Kernet Luka Parah

"Kami berharap Pemkab Purwakarta segera secepatnya merelokasi warga yang jadi korban bencana pergerakan tanah ini. Berdasarkan rencana mereka akan direlokasi ke tanah milik perhutani, yang jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi. Kasian mereka apalagi tidak lama lagi menghadapi bulan puasa," tutur Yadi.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini di lokasi pergerakan tanah di kampung itu terdapat beberapa titik baru lokasi longsoran dan anjlokan tanah. Akses jalan umum di perkampungan itu ambles tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Baca juga: Melihat dari Dekat Toko Terbaru IKEA di Bandung Barat, Dibuka April 2021

"Diperkirakan titik pergerakan tanah di kampung kami ini luasannya mencapai 5 hektare. Sementara kampung yang terdampak ini berada di RW 06, dan dua RT, yakni RT 15 dan 14," tuturnya.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top