Selama PPKM Tenda Harus Bongkar Pasang, Pedagang Keluhkan Pendeknya Waktu Berjualan

loading...
Selama PPKM Tenda Harus Bongkar Pasang, Pedagang Keluhkan Pendeknya Waktu Berjualan
Pedagang di Lembang harus membongkar muat tenda saat buka dan usai berjualan selama PPKM mikro, yang membuat waktu jualan semakin pendek sehingga penghasilan yang didapat juga anjlok. Foto/MPI/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan anjloknya pendapatan yang mereka raih. Kondisi tersebut dikarenakan adanya jam pembatasan operasional berjualan selama dilaksanakannya PPKM mikro tahap satu dan dua.

Selain itu, adanya kebijakan harus membongkar pasang tenda karena dianggap berdagang di trotoar jalan juga cukup menguras waktu dan persiapan jualan. Akibatnya waktu efektif jualan hanya 3-4 jam.

"Sekarang kan jualan hanya boleh dari jam 4 sore sampai 9 malam. Otomatis pendapatan minim, apalagi sekarang jualam juga sepi," keluh pedagang ayam goreng, Entin (72), Selasa (23/2/2021).

Yang memberatkannya lagi adalah, soal harus membongkar tenda jika sudah selesai jualan. Aturan itu memang sudah dirapatkan di kantor kecamatan, jika pedagang tidak mematuhi aturan, mereka diancam barang dagangannya disita Satpol PP.



"Kalau gak dibongkar resikonya terjaring Satpol PP. Gerobak serta tenda disita dan enggak bisa jualan lagi," sambungnya.

Kondisi itu membuat dirinya harus mulai mendorong gerobak dari pukul 13.00 WIB kemudian langsung memasang tenda serta menata dagangan dan baru beres sekitar pukul 17.00 WIB. Sehingga waktu jualan habis sama pasang tenda dan menata dagangan.

Baca juga: Pengusaha Travel Apatis Tanggapi Pengurangan Cuti Bersama



"Sekarang paling dapet Rp100.000 sudah bagus. Uangnya buat modal lagi, terus ibu sama keluarga makan dari mana," imbuhnya.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna memerintahkan Muspika Lembang untuk membuat kesepakatan dengan para pedagang agar mematuhi aturan. Terutama dalam mematuhi protokol kesehatan. Soal keluhan pedagang hal itu akan didiskusikan lagi.

Baca juga: 163 Rumah di Cimahi yang Penghuninya Jalani Isolasi Mandiri dapat Bantuan Logistik

"Ya kalau jam lima sore jualan terus jam sembilan malam sudah harus tutup lagi kasian juga. Tapi kan kita sedang berupaya memutus penyebaran COVID-19. Kita akan coba diskusikan lagi, supaya pedagang juga tidak terlalu merugi," tandasnya.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top