Memilukan, Petani Kopi Ini Lumpuh Setelah Kakinya Diserang Tumor Ganas
Sabtu, 20 Februari 2021 - 01:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 44 Satri di Pekanbaru Terpapar COVID-19, Pesantren Darel Hikmah Ditutup
Sebagai kepala keluarga penyandang masalah sosial, Yudi mengaku mengantongi KIS PBI (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran) . "Kalau ke rumah sakit sih gratis. Tapi kesana-kemarinya kan tetap butuh biaya. Saya sangat berharap ada yang mau membantu kami sekeluarga, sekadar meringankan beban kami," imbuhnya.
Tumor telah menyerang kaki kanan Yudi sejak 17 tahun silam. Namun, selama kurun waktu itu Yudi memaksa dirinya tetap bekerja di kebun kopi. Menggunakan tongkat buatan sendiri yang terbuat dari kayu, ia tetap mengerjakan aktivitas di kebun seperti membersihkan gulma, menyemprot pestisida dan insektisida, hingga meranting batang kopi.
Namun memasuki Januari 2021, seiring tumor pada kaki kanannya makin membesar hingga sebesar buah semangka, ia mengaku tak lagi mampu bekerja di kebun. Bukan hanya itu, ia bahkan jadi sulit tidur sebab rasa nyeri yang menyerang. "Sampai kurus badan saya karena kurang tidur. Bahkan pada cuaca sepanas ini, kaki saya ini sangat dingin dan perih ," keluhnya.
Baca juga: Padangsidimpuan Gempar, Terminal Pijorkoling Terbakar Belasan Kios Hangus
Kondisi penyakit Yudi yang terus memburuk mulai berdampak serius pada seluruh anggota keluarganya. Sunoto (17) putra pertamanya, sekarang sudah putus sekolah . Pelajar remaja yang penuh semangat itu ,kini beralih menjadi buruh serabutan . "Kadang saya ngojek. Biar bisa membantu makan keluarga," ucap Sunoto polos.
Sebagai kepala keluarga penyandang masalah sosial, Yudi mengaku mengantongi KIS PBI (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran) . "Kalau ke rumah sakit sih gratis. Tapi kesana-kemarinya kan tetap butuh biaya. Saya sangat berharap ada yang mau membantu kami sekeluarga, sekadar meringankan beban kami," imbuhnya.
Tumor telah menyerang kaki kanan Yudi sejak 17 tahun silam. Namun, selama kurun waktu itu Yudi memaksa dirinya tetap bekerja di kebun kopi. Menggunakan tongkat buatan sendiri yang terbuat dari kayu, ia tetap mengerjakan aktivitas di kebun seperti membersihkan gulma, menyemprot pestisida dan insektisida, hingga meranting batang kopi.
Namun memasuki Januari 2021, seiring tumor pada kaki kanannya makin membesar hingga sebesar buah semangka, ia mengaku tak lagi mampu bekerja di kebun. Bukan hanya itu, ia bahkan jadi sulit tidur sebab rasa nyeri yang menyerang. "Sampai kurus badan saya karena kurang tidur. Bahkan pada cuaca sepanas ini, kaki saya ini sangat dingin dan perih ," keluhnya.
Baca juga: Padangsidimpuan Gempar, Terminal Pijorkoling Terbakar Belasan Kios Hangus
Kondisi penyakit Yudi yang terus memburuk mulai berdampak serius pada seluruh anggota keluarganya. Sunoto (17) putra pertamanya, sekarang sudah putus sekolah . Pelajar remaja yang penuh semangat itu ,kini beralih menjadi buruh serabutan . "Kadang saya ngojek. Biar bisa membantu makan keluarga," ucap Sunoto polos.
Lihat Juga :