Santi Marisa Dipastikan Dapat BST dan KIS, Ini Kebenarannya

loading...
Santi Marisa Dipastikan Dapat BST dan KIS, Ini Kebenarannya
Berbagai bukti kartu yang dimiliki Santi Marisa dan memastikan dirinya sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Kabar adanya warga miskin yang tak menerima bantuan di tengah pandemi COVID-19 mulai ditelusuri. Ketika mendapatkan kabar tentang keluarga Santi Marisa yang mengaku tak bisa makan dan tak mendapatkan bantuan dari pemerintah, pengecekan di lapangan pun dilakukan.

Dinas Sosial dan LPMK melakukan outreach ke kediaman keluarga Santi Marisa yang tinggal di Jalan Gresikan, Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Hasilnya, outreach menunjukkan bahwa keluarga Santi Marisa tinggal di rumah warisan orang tuanya dan bukan rumah kontrakan seperti penjelasannya pada DPRD Surabaya. Baca juga: PPKM di DIY Berjalan Baik, Kapolri Minta Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Di dalam rumah tersebut, Santi tinggal bersama suami dan dua anaknya. Santi hanya sebagai ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dan penghasilannya Rp100 ribu per hari. “Sedangkan kondisi rumahnya layak huni,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Jumat (19/2/2021).

Ia juga memastikan bahwa keluarga ini sudah mendapatkan bantuan berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bahkan, BST itu sudah didapatkannya sejak awal hingga saat ini.



“Jadi, saudara Santi Marisa memang tidak masuk dalam MBR, tapi suaminya yang bernama Ahmad Toha yang merupakan kepala rumah tangga sudah terdaftar dalam MBR, sehingga mendapatkan BST itu. Nah, kalau sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa BST, pasti tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah kota, karena tidak boleh double,” jelasnya.

Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa pelajar Surabaya yang tidak bisa mengikuti sekolah daring karena keterbatasan ponsel atau paket data, maka Dinas Pendidikan Surabaya sudah memfasilitasinya dengan cara guru memberikan tugas selama seminggu, kemudian pihak guru akan mengambil tugas tersebut seminggu kemudian. Baca juga: Gempur Habis Covid-19 di Desa-desa, Lomba Kampung Sehat NTB Kembali Digelar

“Sistem semacam ini sudah lama digunakan dan itu terus dilakukan hingga saat ini, sehingga orang tua tidak perlu khawatir karena hanya tidak punya HP dan paket data. Apalagi kalau paket data ada bantuan dari kementerian. Bahkan, bisa pula mengikuti pembelajaran melalui televisi, dan selama ini sudah efektif,” ujarnya.



Sementara itu, Ribut Selamet, Ketua RT 03 Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari juga memastikan bahwa warganya itu memang sudah mendapatkan bantuan BST dari awal hingga saat ini. “Kami di RT juga ada catatan di buku RT tentang siapa saja warga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan keluarga tersebut mendapatkan BST mulai awal hingga sekarang,” ungkapnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top