Gubernur-Ketua DPRD Jatim Soroti Kurangnya Ruang Observasi Covid-19 di Surabaya
Jum'at, 17 April 2020 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan daerah yang desa maupun kelurahannya sudah menyiapkan ruang observasi adalah Banyuwangi, Sumenep dan sejumlah wilayah lainnya. “Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan. Jumlah pasien positif Covid-19 di Surabaya saat ini sebanyak 250 kasus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jatim Kusnadi juga menyoroti minimnya ruang observasi di Surabaya. Dari 154 kelurahan hanya 20 persen saja yang sudah menyediakan ruang observasi Covid-19. Padahal, jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak di Jatim.
“Mungkin balai kelurahan, yang biasanya untuk kegiatan PAUD, bisa dimanfaatkan untuk observasi. Kan sekarang kegiatan belajarnya diliburkan,” katanya.
Politikus PDIP itu menyatakan, jika ada balai kelurahan yang tidak bersedia dijadikan ruang observasi, bisa dilakukan secara baik. Masalah wabah Covid-19 ini masalah bersama. Maka harus dikerjakan secara gotong royong. Dengan adanya ruang observasi di kelurahan atau desa, warga yang pulang kampung bisa tetap dekat dengan keluarga. “Wabah Covid-19 ini butuh kepedulian kita bersama,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jatim Kusnadi juga menyoroti minimnya ruang observasi di Surabaya. Dari 154 kelurahan hanya 20 persen saja yang sudah menyediakan ruang observasi Covid-19. Padahal, jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak di Jatim.
“Mungkin balai kelurahan, yang biasanya untuk kegiatan PAUD, bisa dimanfaatkan untuk observasi. Kan sekarang kegiatan belajarnya diliburkan,” katanya.
Politikus PDIP itu menyatakan, jika ada balai kelurahan yang tidak bersedia dijadikan ruang observasi, bisa dilakukan secara baik. Masalah wabah Covid-19 ini masalah bersama. Maka harus dikerjakan secara gotong royong. Dengan adanya ruang observasi di kelurahan atau desa, warga yang pulang kampung bisa tetap dekat dengan keluarga. “Wabah Covid-19 ini butuh kepedulian kita bersama,” tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :