Bantu Pemprov Jabar, Ikatan Pemulung Bangun Sistem Pengolahan Sampah Digital
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
"Seluruh data informasi sampah tersebut disampaikan melalui kode QR pada aplikasi dimana informasi tersebut juga secara otomatis diterima pada aplikasi Greeny, warga, mitra, RW, dan pelapak Greeny," paparnya.
Dengan aplikasi Greeny, semua elemen yang terlibat seperti warga, RW, mitra, dan pelapak akan mendapat manfaat dari sistem transaksi ini. Pengguna aplikasi pun dapat menarik tunai setiap saat untuk berbagai kebutuhan di dalam aplikasi doku yang sudah ditentukan oleh Greeny.
"Selain warga, lingkungan pun ikut merasakan manfaat dari aplikasi Greeny ini karena ikut membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Persampahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Jabar, Dadang yang hadir secara virtual mengakui pentingnya pemilahan sampah, agar tidak terjadi penumpukan di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Saat ini mayoritas sampah masih tidak dipilah, baik sampah organik dan non-organik seperti plastik kerap disatukan dalam satu wadah ketika dibuang ke tong sampah. Minimnya pemilhan ini membuat jumlah sampah di setiap TPS (tempat pembuangan sampah) dan TPA menumpuk," ungkapnya.
Dia memaparkan, saat ini, timbunan sampah yang dapat tertangani hanya sekitar 30,31 persen. Karenanya, Dadang mengapresiasi dan menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh IPI lewat pengembangan pengolahan sampah berbasis digital tersebut.
Pemprov Jabar, tambah Dadang, memiliki target jumlah sampah yang bisa dipilih mencapai 90,20 persen pada 2028 mendatang dengan volume sampah yang diperkirakan mencapai 25.000-30.000 ton per hari.
"Kami sekarang dituntut menyelesaikan persoalan ini makanya kita gandeng berbagai komunitas termasuk dari Greeny, agar secara nyata bisa ikut serta menyelesaikan masalah" kata Dadang.
Dengan aplikasi Greeny, semua elemen yang terlibat seperti warga, RW, mitra, dan pelapak akan mendapat manfaat dari sistem transaksi ini. Pengguna aplikasi pun dapat menarik tunai setiap saat untuk berbagai kebutuhan di dalam aplikasi doku yang sudah ditentukan oleh Greeny.
"Selain warga, lingkungan pun ikut merasakan manfaat dari aplikasi Greeny ini karena ikut membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Persampahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Jabar, Dadang yang hadir secara virtual mengakui pentingnya pemilahan sampah, agar tidak terjadi penumpukan di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Saat ini mayoritas sampah masih tidak dipilah, baik sampah organik dan non-organik seperti plastik kerap disatukan dalam satu wadah ketika dibuang ke tong sampah. Minimnya pemilhan ini membuat jumlah sampah di setiap TPS (tempat pembuangan sampah) dan TPA menumpuk," ungkapnya.
Dia memaparkan, saat ini, timbunan sampah yang dapat tertangani hanya sekitar 30,31 persen. Karenanya, Dadang mengapresiasi dan menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh IPI lewat pengembangan pengolahan sampah berbasis digital tersebut.
Pemprov Jabar, tambah Dadang, memiliki target jumlah sampah yang bisa dipilih mencapai 90,20 persen pada 2028 mendatang dengan volume sampah yang diperkirakan mencapai 25.000-30.000 ton per hari.
"Kami sekarang dituntut menyelesaikan persoalan ini makanya kita gandeng berbagai komunitas termasuk dari Greeny, agar secara nyata bisa ikut serta menyelesaikan masalah" kata Dadang.
(msd)
Lihat Juga :