KPAI: Pandemi Picu Potensi Meningkatnya Kasus Anak Putus Sekolah
Rabu, 17 Februari 2021 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Saat didatangi wali kelas dan guru bimbingan konseling, sekolah baru mengetahui bahwa siswa yang bersangkutan mau menikah atau sudah menikah, dan atau sudah bekerja.
Baca juga: Sepakat Berantas Buzzer Hoax, Farhan Sebut Sudah Waktunya UU ITE Direvisi
“Ada kisah inspiratif di Kabupaten Bima dan Lombok Barat, pihak sekolah berhasil membujuk siswa dan orang tua untuk melanjutkan pendidikan yang tinggal beberapa bulan lagi ujian kelulusan. Usaha para guru tersebut patut di apresiasi,” kata Retno.
Dari data diperoleh KPAI, jenis pekerjaan para siswa umumnya pekerjaan informal seperti tukang parkir, kerja di cucian motor, bekerja bengkel motor, percetakan, berjualan bensin di rumah, asisten rumah tangga (ART), dan ada juga yang membantu usaha orang tua karena sudah tidak mampu lagi membayar karyawan.
Baca juga: Akselerasi Pembangunan Metropolitan Rebana, Ridwan Kamil Minta Pusat Terbitkan Perpres
“Bahkan, pada salah satu SMK swasta di Jakarta yang mayoritas siswanya memang dari keluarga tidak mampu, rata-rata perkelas ada empat siswa bekerja,” ungkap Retno.
Baca juga: Sepakat Berantas Buzzer Hoax, Farhan Sebut Sudah Waktunya UU ITE Direvisi
“Ada kisah inspiratif di Kabupaten Bima dan Lombok Barat, pihak sekolah berhasil membujuk siswa dan orang tua untuk melanjutkan pendidikan yang tinggal beberapa bulan lagi ujian kelulusan. Usaha para guru tersebut patut di apresiasi,” kata Retno.
Dari data diperoleh KPAI, jenis pekerjaan para siswa umumnya pekerjaan informal seperti tukang parkir, kerja di cucian motor, bekerja bengkel motor, percetakan, berjualan bensin di rumah, asisten rumah tangga (ART), dan ada juga yang membantu usaha orang tua karena sudah tidak mampu lagi membayar karyawan.
Baca juga: Akselerasi Pembangunan Metropolitan Rebana, Ridwan Kamil Minta Pusat Terbitkan Perpres
“Bahkan, pada salah satu SMK swasta di Jakarta yang mayoritas siswanya memang dari keluarga tidak mampu, rata-rata perkelas ada empat siswa bekerja,” ungkap Retno.
(boy)
Lihat Juga :