Dua Putri Raja Akhirnya Bisa Keluar Keraton Setelah Dikurung Tiga Hari

Minggu, 14 Februari 2021 - 07:15 WIB
loading...
Dua Putri Raja Akhirnya...
Dua putri Raja akhirnya bisa keluar keraton setelah dikurung tiga hari
A A A
SOLO - Setelah terkunci di Keraton Kasunanan tiga hari dua malam sejak Kamis 11 Pebruari 2021 siang, dua putri Raja, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau biasa dipanggil Gusti Moeng dan GKR Timoer Rumbai, Sabtu (13/2/2021, sekira pukul 15.11 WIB keluar dari Keraton.

Pantauan MNC Portal Indonesia, suasana haru menyelimuti keluarnya dua putri keturunan Pakubuwono XII dan Pakubuwono XIII dan tiga abdi dalem dari dalam Keraton.

Beberapa kerabat abdi dalem yang keluarganya ikut terkunci bersama dua putri raja ini tak henti-hentinya merangkul keluarga mereka, sesaat keluar dari dalam Keraton.

Baca juga: Adik Raja Terkurung di Keraton Solo, Wakil Pengageng: Mungkin Jalani Ritual Nyepi

Begitu pula GKR Timoer Rumbai langsung memeluk putranya yang masih kecil. Bahkan GKR Timoer Rumbai sempat memarahi para penjaga Keraton yang sempat menarik putranya.

"Hati-hati jangan main kasar. Ini wayah (cucu) Sinuhun (Raja Keraton). Sopan sedikit," teriak GKR Timoer Rumbai pada para penjaga pintu Korikamandungan (pintu utama Keraton), Sabtu (13/2/2021).

Pada wartawan Gusti Moeng mengaku bersyukur akhirnya bisa keluar dari dalam Keraton. Gusti Moeng pun menceritakan apa yang dialaminya selama dirinya dikunci di dalam.

Baca juga: PPKM Skala Mikro di Salatiga, Warga Siapkan Lumbung Pangan

Menurut Gusti Moeng, dirinya sangat senang sekali akhirnya bisa sampai di Keputren. Dan bisa melihat kondisi keraton seutuhnya.

"Saya sangat trenyuh melihat Keputren, tempat tinggal kita lahir dan sampai umur 34 tahun saya menikah, harus meninggalkan Keputren, luar biasa (saat melihat kondisi) seperti kuburan. Rasanya miris lihat itu. Sepertinya habis dipotongin semak-semaknya. Tapi bangunan benar-benar sudah memprihatinkan, ,"papar Gusti Moeng.

Kesedihan kedua putri Raja ini semakin menjadi, saat melihat kondisi dimana dulunya mereka tinggal di dalam Keraton.

"Selama tiga hari dua malam saya bersama jeng Timur -panggilan Gusti Timoer Rumbai- bersama Sentono dan para penari, bisa menjadi menjadi saksi ketidak mampuan sinuhun untuk mengurus Keraton," terangnya.

Menurut Gusti Moeng, awalnya dirinya tidak mengira bisa masuk ke dalam Keraton, meskipun akhirnya terkunci di dalam.

Saat itu, dirinya melintas di Korikamandungan, dirinya melihat ada RI 10 terparkir di depan Keraton. Begitu meihat ada mobil RI 10 dan pintu Keraton terbuka, dirinya langsung turun dan masuk ke dalam.

Alasan lain saat dirinya mengetahui yang datang adalah Ketua BPK, Gusti Moeng pun berkewajiban untuk menemui untuk menanyakan surat dari BPK Jawa Tengah terkait tagihan LOJ tahun 2018. Yang hingga tahun 2020 belum ada.

"Selain itu saya melihat yang lain (para abdi dalem) membawa kekancingan (pemberian gelar bangsawan). Ini berarti BPK juga akan diberi Kekancingan. Saya hanya akan mengingatkan pemberian gelar itu sepertinya tidak boleh dilakukan.Dan kalau iyapun (pemberian gelar) harus ada ijin dari Presiden. Apapun itu Keraton dianggap masih ada konflik,"terang Gusti Moeng.

Begitu dirinya masuk, Gusti Moeng melihat seluruh pintu akses menuju ke Keputren ditutup semua. Kemudian dirinya mencoba masuk melalui kantor yang dulunya pernah dipakai Pakubuwono XII, dan ternyata pintu itu tidak ditutup.

"Jangan ngomong (bicara) kalau kita mengurung diri. Kita benar-benar dikunci. Habis itu saya telepon-teleponan dengan kanjeng Wiro (suaminya). Gusti Sekar, Kanjeng Wiro, dan mas Boby untuk membuka akses disini itu untuk keluar sampai tiga jam lebih. Apalagi yang di Keputren," terangnya.

Dari apa yang dilihat selama dirinya dikunci di dalam Keraton, Gusti Moeng meminta dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelamatkan Keraton yang semakin memprihatinkan.

"Ini tapak sejarah yang tidak hanya Jawa, nasional dan dunia. Dan kalau Sinuhun, meskipun saya tidak pernah menyentuh Sinuhun, karena apapun kami-kami inilah yang menjadikan beliau raja, kita lindungi sinuhun. Mudah-midahan selesai dan kiya memperisapkan langkah untuk menyelamatkan Keraton," pungkasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Kabar Baik, RS Kardiologi...
Kabar Baik, RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo Kini Layani Pasien BPJS Kesehatan
Makna Filosofi Legiun...
Makna Filosofi Legiun Mangkunegaran dalam Jamuan Royal Dinner 2026
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis di Solo, Kolesterol dan Tekanan Darah Banyak Ditemukan
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Stafsus Wapres Bertemu...
Stafsus Wapres Bertemu dengan Jokowi di Solo, Bahas Apa?
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Setelah 1.700 Tahun,...
Setelah 1.700 Tahun, Sosok Asli Sinterklas Akhirnya Terungkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved