Ini Cerita Pilu Selama Banjir Semarang Menerjang, Warga Kesulitan Air dan Makanan

Sabtu, 13 Februari 2021 - 19:32 WIB
loading...
Ini Cerita Pilu Selama...
Sejumlah warga terdampak banjir di Gayamsari, Semarang, saat beraktivitas di luar rumah. Foto/Ist.
A A A
SEMARANG - Banjir yang menggenangi sejumlah daerah di wilayah Kota Semarang , selama beberapa hari, meninggalkan cerita tersendiri bagi warga terdampak bencana alam itu. Ada kisah pilu yang tertanam diingatan mereka.

Baca juga: Antisipasi Banjir di Kawasan Pantura, Pemprov Jateng Optimalkan Penanganan Hulu-Hilir

Selama tergenang banjir , warga terdampak kesulitan mendapat air bersih. Sebab kran air bersih PDAM tergenang air banjir . Sedangkan warga yang memiliki sumur juga tidak bisa mengambil air lantaran listrik padam, sehingga mereka tidak bisa menyalakan pompa air.



Seperti yang dialami warga Sawah Besar, Kecamatan, Gayamsari, Kota Semarang. Selama beberapa hari mereka kesulitan mendapatkan air bersih . Sebab selama banjir menggenang permukiman warga, arus listrik padam. Sehingga mereka tidak bisa menghidupkan pompa air.

Baca juga: Cuaca Buruk, Anggota TNI Korban Serangan Brutal KKB di Intan Jaya Batal Dievakuasi ke Timika

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka terpaksa harus membeli air seharga Rp5.000/galon. Air tersebut hanya untuk keperluan masak dan minum. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, mereka terpaksa menadah air hujan .

Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, mereka juga harus berjalan menerjang banjir sepanjang ratusan meter menuju pasar. Sebab jalan tidak bisa dilalui sepeda motor maupun sepeda karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

" Selama banjir kemarin, daerah kami terisolir air. Bantuan yang ada juga terbatas, sehingga warga harus memenuhi sendiri dengan membeli air dan bahan makanan di warung," ujar salah seorang warga Endah (40). Baca juga: 2 Keturunan Raja Solo Terkurung Dalam Keraton, Lahap Menyantap Makanan Kiriman Kapolresta Solo

Dia menuturkan, selama banjir , warga juga kesulitan mengisi ulang baterai telepon seluler. Padahal, alat komunikasi tersebut sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan warga dan saudara. "Untuk ada warga yang memiliki genset, sehingga bisa numpang mengisi baterai," ujarnya.

Menurutnya, bantuan bersih dari pemerintah maupun relawan tidak bisa menjangkau hingga kampungnya. Sebab ketinggian banjir yang menggenangi kampung cukup tinggi sehingga truk tangki pembawa air bersih tidak bisa masuk. "Banyak cerita saat banjir. Ini pengalaman banjir yang paling parah. Kami berharap, ke depan bencana separah ini tidak terulang lagi," ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan warga Genuk. Selama banjir warga kesulitan untuk beraktivitas. Bahkan untuk menuju tempat bekerja di kawasan Kaligawe, mereka terpaksa harus mencari tumpangan truk. "Semua serba sulit. Untuk memenuhi kebutuhan saja sulit. Cari air bersih susah, ke tempat kerja harus numpang truk," ucap Toro (34).

Baca juga: Bikin Bangga, Anak Petani Asal Blora dan Grobogan Jadi Lulusan Terbaik Bintara TNI AD

Meski demikian, dia mengucapkan terima kasih semua kepada pihak yang telah membantu warga korban banjir . Tanpa bantuan mereka, warga sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan. "Terimakasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Tanpa uluran tangan para relawan dan dermawan, kami kesulitan memenuhi kebutuhan dan berangkat kerja," ujarnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Rekomendasi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved